Berebut Suara Pemilih Muda – Ambon Ekspres
Politik

Berebut Suara Pemilih Muda

AMEKS ONLINE, AMBON.—Jumlah pemilih muda cukup signifikan, karena itu diperhitungkan. Bahkan, jadi penentu kemenangan Pilgub Maluku. Beragam strategi ditempuh pasangan calon untuk menggarap suara kategori ini.

Pemilih muda terasosiasi dalam segmen pelajar dan mahasiswa. Jumlah mereka sebanyak 244.335 orang, dari 1.278.885 Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2018.

Sedangkan pemilih di bawah 17 tahun 43 orang, di atas 75 tahun 26.206 orang, antara 30 – 60 tahun 68.394 orang, dan disabilitas 1.673 orang. Sedangkan potensi pemilih meninggal dunia 78.945 orang.
Dari 244.335 jumlah pemilih potensial kategori mahasiswa dan pelajar, paling banyak terdapat di Kota Ambon yaitu 59.053 dan Maluku Tengah 49.590.

Kemudian, Seram Bagian Barat 34.039, Maluku Tenggara 18.469, Seram Bagian Timur 16.472, Maluku Tenggara Barat 14.840, Buru 12.864, Kepulauan Aru 12.715, Kota Tual 11.816 dan Maluku Barat Daya 5.179.

Data ini tengah dicocokkan dan diteliti oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), untuk ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Sementara (DPS). Setelah itu, diumumkan dan dimutakhirkan lagi untuk mendapatkan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Komisioner KPU Maluku Divisi Data, Hanafy Renwarin mengatakan, KPU belum bisa memprediksi jumlah pemilih muda. Sebab, masih dilakukan pemutakhiran. “Nanti kita pastikan berapa jumlahnya, setelah pemutakhiran data dan daftar pemilih tetap ditetapkan,” singkat Hanafy via seluler, Kamis (8/3).

Juru bicara pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN), Haeruddin Tuaritta mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi khusus berbasis perilaku politik pemilih muda. Baik pemilih pemula yang akan berusia 17 tahun saat pemilihan, maupun mahasiswa yang sudah pernah menggunakan hak suaranya pada pemilu dan pemilukada sebelumnya.

Penyesuaian strategi dengan perilaku pemilih muda ini, dianggap sangat penting agar tepat sasaran dan efektif. Misalnya, pemilih muda yang telah beroganisasi sejak di sekolah (OSIS) hingga OKP akan didekati secara berbeda. “Kita juga harus membedakan pemuda yang sudah terlibat organisasi dari masa sekolah. Dari OSIS sampai ke OKP. Nah, pemuda-pemuda pada tingkat itu cenderung mereka sudah punya pilihan, karena mereka terlibat secara aktif memperhatikan bagaimana kinerja pemerintah, selama mereka berorganisasi itu,” ujar Haeruddin kepada Ambon Ekspres via seluler, Jumat (9/2).

Sementara itu, segmen pemilih muda di wilayah perkotaan yang melek tekonologi, komunikasi dan informasi lewat internet, SANTUN akan menggarap suara mereka dengan pendekatan program. Salah satunya, program beasiswa bagi yang tak mampu secara ekonomi, namun memiliki kaulitas.
“Pasti ada (program). Tentu, anak muda mampu secara kualitas, tapi kurang secara ekonomi, akan diarahkan ke sana agar sumber daya mereka itu dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Maluku ke depan. Terutama untuk menyambut masa depan mereka lewat Blok Masela,” papar kader partai Golkar itu, Jumat (9/3).

Bagi pemilih pemula atau yang akan berusia 17 tahun saat pemilihan, SANTUN akan mendekati mereka dengan memberikan pendidikan politik yang baik. Ini juga sebagai upaya mencegah budaya praktik politik uang, yang saat ini juga menerpah pemuda.
“Misalnya, siswa SMA yang akan berumur 17 tahun saat pemilihan, mereka tidak tahu namanya pragmatisme, tapi mereka bisa saja terkontaminasi. Makanya, kita berusaha menghindari keinginan pragmatisme, karena akan terjebak sendiri dan tidak memberikan pendidikan politik yang cerdas,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilih muda merupakan segmen yang sangat diharapkan untuk mendongkrak suara pasangan usungan koalisi Partai Golkar, PKS dan Demokrat itu. “Kategori pemilih muda ini, bagi kami menjadi penentu kemenangan. Karena itu pemuda jadi target utama, dan dengan pendekatan yang kami lakukan, kami yakin bisa mendapatkan suara signifikan dari pemilih muda,” pungkasnya.

SASARAN UTAMA
Pasangan perseorangan, Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath (HEBAT) sejak awal telah mencoba mencuri perhatian pemilih muda. Vanath menjadi magnet yang dipakai untuk menarik simpati pemilih kategori itu.

Sebab, Vanath diklaim sebagai personifikasi dari keinginan politik kaum muda Maluku. Juga spirit kebangkitan kaum muda Maluku dalam gelanggang politik lokal.
“Di segmen pemilih muda dan pemilih pemula ada anggapan bahwa pasangan HEBAT, terkhusus figur calon Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath yang secara usia terbilang muda adalah merupakan figur yang paling dianggap merepresentasi kepentingan kaum muda Maluku. Figuritas AV dipersonalisasi sebagai simbol kebangkitan kaum muda dalam kancah politik lokal di Maluku,” kata juru bicara pasangan HEBAT, Fajrin Rumalutur, kemarin.

Komunikasi langsung di media sosial, dan tatap muka muka merupakan salah strategi yang tengah dijalankan oleh tim pasangan HEBAT. Keinginan kaum muda Maluku juga akomodir dalam visi dan misi.
“Dengan secara aktif membuka ruang komunikasi dan dialog baik secara langsung atau melalui pemanfaatan sosial media dengan kelompok muda untuk menjaring aspirasi mereka. Selain itu dalam visi misi, kami juga memberikan perhatian serius bagi pengembangan kaum muda dalam orientasi pembangunan di maluku kedepan. Kaum muda menjadi prioritas bagi kami pasangan HEBAT,” papar Fajrin.

Hal ini dilakukan, karena menurut Fajrin, pemilih muda akan jadi penentu kemenangan pasangan calon dalam kontestasi politik lokal lima tahunan ini. “Jumlah pemilih muda yang kurang lebih 300 ribu, tentu sangat menentukan peta konfigurasi politik. Jumlah ini juga potensial menentukan arah kemenangan pasangan calon. Sedari awal pasangan HEBAT sangat fokus mengarap basis pemilih muda ini,” jelasnya.

Fajrin optimis, pasangan HEBAT akan mendapatkan suara signfikan dari pemilih muda. “Tentu ! Kami sangat optimis meraup dukungan mayoritas dari pemilih muda. Di tim pemenangan HEBAT sendiri pun umumnya diisi oleh kalangan muda,” ketusnya.

BERBASIS PROGRAM
Program, menjadi salah satu cara pasangan Murad Ismail-Bernabas Orno (BAILEO) mendekatkan diri kepada pemilih muda. Antara lain, kartu beasiswa kepada pelajar SMA dan mahasiswa.
“Kami yakin BAILEO dapat mensasar segmentasi pemilih muda. Beberapa program BAILEO juga pro pada anak muda berprestasi, misalnya memberikan Kartu Beasiswa Maluku kepada siswa SMA dan mahasiswa S1, dimana seluruh biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah,” sebut Azis, juru bicara pasangan BAILEO.

Kemudian, dari 7 program prioritas Maluku Bisa yakni penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan perempuan, salah satu programnya adalah memberikan permodalan hingga Rp 10 juta kepada wirausaha muda. Juga beberapa program lainnya untuk menumbuhkan sektor industri kreatif yang selama ini banyak digeluti oleh anak-anak muda kreatif Maluku.
“Dengan demikian, tidak salah anak muda memilih BAILEO sebagai pemimpinnya lima tahun mendatang, apalagi kedua figur calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku juga memiliki jiwa muda yang kuat,” ungkapnya.

Menurut dia, dengan jumlah sekitar 300 ribu, pemilih muda cukup berpengaruh dalam peningkatan partisipasi pemilih, apabila mereka menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub tanggal 27 Juni mendatang. Olehnya itu, pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan, PKB, PAN, PKPI, Gerindra, Nasdem, Hanura dan PPP itu berharap KPU diakomdir mereka dalam DPT.
“Karena itu, kami berharap agar KPU dapat memasukkan para pemilih muda, khususnya pemilih pemula ini di dalam data pemilih tambahan. Partisipasinya mereka tentu saja akan menjadi faktor penentu kemenangan pasangan calon karena jumlahnya cukup signifikan,” pungkas Azis. (TAB)

Most Popular

To Top