Sayangkan Konferensi Musik Tanpa Enteng Tanamal – Ambon Ekspres
Features

Sayangkan Konferensi Musik Tanpa Enteng Tanamal

AMEKS ONLINE, AMBON.– Gelaran Konferensi Musik Indonesia (KAMI) di Ambon berakhir Jumat (9/3). Namun ada kesan negatif bagi kalangan seniman khusus industri musik Indonesia.

Pasalnya, panitia sama sekali melupakan para pendiri dan pelaku sejarah industri musik Indonesia seperti penyanyi senior Enteng Tanamal. Enteng dijuluki Bapak Musik Indonesia, Pelopor Industri Musik Pop Modern, Pelaku Sejarah Musik, Pendiri ASIRI- PAPPRI dan KCI. Sayangnya, panitia KAMI tidak mengundangnya dalam acara tersebut.

Penasehat DPD PAPPRI DKI Jakarta, Sandec Sahetapy menyayangkan panitia KAMI yang dimotori Glend Fredly itu. Dia mengaku, tidak diundangnya seniman sekelas Enteng Tanamal merupakan suatu penghianatan yang dilakukan panitia.

Menurutnya, Enteng Tanamal adalah rull model musik Indonesia. “Namanya konferensi, banyak hal yang dibicarakan mengenai musik. Kenapa orang-orang tidak berkepentingan kok diundang ke Ambon. Ini kan baru pertama kali dilaksanakannya konferensi musik di Indonesia dan Ambon dipercayakan untuk itu. Mestinya sebagai penghargaan panitia harus menghadirkan Bung Enteng Tanamal karena dia bisa memberikan kontribusi pemikiran bagi industri musik Indonesia,” kata Sahetapy.

Sahetapy berharap, dengan digelarnya KAMI di Ambon, para pelaku industri musik dan pemerintah dapat mengakomodir kepentingan-kepentingan seniman dalam hal membangun musik yang lebih baik di Indonesia khususnya di Maluku.

Seperti diketahui, untuk pertama kalinya, Koferensi Musik Nasional digelar di Kota Ambon. Hajatan nasional itu berkat kepercayaan industri musik tanah air yang memilih Ambon sebagai tuan rumah pelaksanaan KAMI. Hal itu diungkapkan produser musik sekaligus Ketua KAMI, Glenn Fredly Latuihamallo kepada pers di Ambon Selasa (27/2).

Konferensi dilaksanakan selama tiga hari dengan agenda konferensi, lokakarya dan puncaknya 9 Maret 2018 ditutup dengan festival musik di Lapangan Merdeka Ambon sekaligus dirayakan sebagai Hari Musik Nasional.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, musik harus dijadikan sebagai ekonomi kreatif, sehingga bisa menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk bagimana memberikan dorongan. “Ambon sudah menjadi kota musik. Jadi, tinggal bagimana kita pemerintah memberikan dorongan untuk menciptakan hal ini agar bisa mengembangkan ekonomi Kota Ambon melalui musik,” kata Louhenapessy. (KIE)

Most Popular

To Top