Oratmangun Siap Menghadirkan Maluku di Tiongkok – Ambon Ekspres
Berita Utama

Oratmangun Siap Menghadirkan Maluku di Tiongkok

Foto/Net

AMEKS ONLINE, AMBON—Setelah dilantik Presiden RI Joko Widodo sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia pada 20 Februari 2018, Djauhari Oratmangun sudah harus segera melaksanakan tugas kenegaraan di Beijing.
Tentu, penugasan negara yang diemban segera dilaksanakan.

Namun, sebagai putra asal Tanimbar,  Maluku, Djauhari juga memiliki obsesi untuk ikut membantu bangun Maluku lewat jaringan yang dimiliki sebagai duta besar. Dia menyebutkan, sebagai dubes, dirinya diberikan tugas prioritas diplomasi bilateral yang berkonsentrasi pada penguatan kerjasama ekonomi guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal ini, katanya, tentu diwujudkan dengan mendorong ekspor Indonesia ke Tiongkok, meningkatkan investasi ke Indonesia dan menggiatkan wisatawan mancanegara asal Tiongkok ke Indonesia. ‘’Nah, sejauh ini kami masih mendalami sejauh mana nilai ekspor dan investasi Tiongkok di Maluku. Namun dengan berbagai komunikasi lewat pemerintah daerah nanti, akan kami upayakan supaya ada nilai tambah Maluku bagi Tiongkok dan sebaliknya, dan sudah pasti ada peluang yang akan terus digali,’’ katanya saat berbincang-bincang dengan Ambon Ekspres, pekan lalu usai mengikuti Konferensi Musik di Ambon.

Oratmangun mengaku, sebagai putra Indonesia asal Maluku, dirinya tentu akan melihat berbagai peluang untuk ikut berkontribusi pada  pembangunan daerah ini. Sebagai implementasi awal, setelah berbincang-bincang dengan Plt Gubernur dan Walikota Ambon, bahwa saat awal bertugas dan perkenalan ke berbagai stakeholder khususnya pebisnis di Tiongkok, dirinya merencanakan untuk mengemas acara dalam bentuk perkenalan budaya (Maluku) dan forum bisnis dengan harapan diikuti dengan penandatangan kerjasama di berbagai bidang dengan pihak-pihak terkait di Tiongkok.

‘’Saya ingin terobos kerjasama dari provinsi ke provinsi. Di Tiongkok ada banyak provinsi. Satu provinsi penduduknya lebih dari 30 juta jiwa. Hal ini diharapkan dapat  menggairahkan ekspor ke sana, dan juga menarik investasi dan wisman ke Maluku. Jadi saya sudah merencanakan diawal tugas saya dengan mengundang Pemprov Maluku dan stakeholder terkait untuk menghadiri forum budaya dan bisnis di Tiongkok. Istilahnya kita keluarkan uang untuk perkenalan, tapi harus ada hasilnya,’’ tandasnya.

Sejauh ini, kata dia, ekspor dari Indonesia ke Cina antara lain dalam bentuk kelapa sawit, sarang burung walet, buah-buahan tropis. Industri kreatif, produk animasi, produksi asesoris UKM juga diterima disana. ‘’Nah, saya berharap bisa menghadirkan Maluku di sana, mempromosikan dan memperkenalkan Maluku di Tiongkok. Tentu kami ingin mendapatkan juga apa saja komponen ekspor Maluku yang sudah berjalan dan investasi dari Tiongkok yang sudah ada, begitupun jumlah turis yang masuk di Maluku,’’ katanya.

Mantan Dubes RI untuk Negara Federasi Rusia dan Belarus ini menyebutkan, sektor pariwisata dari Tiongkok berkembang pesat. Saat ini turis paling banyak di Indonesia berasal dari Tiongkok dengan kisaran diatas 2 juta per tahun. Maluku, katanya, harus melihat peluang besar itu. ‘’Saat ini misalnya sudah ada penerbangan langsung Tiongkok – Manado tiga kali seminggu. Bukan tidak mungkin kedepan ada penerbangan langsung Tiongkok – Ambon,” imbuhnya.

Begitupun kerjasama di sektor pendidikan tinggi juga mesti digalakkan. Saat ini, katanya, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Tiongkok lebih dari 15.000 ribu orang. Sejauh ini sudah ada beberapa kerjasama antar universitas di Indonesia dan sejumlah universitas di Tiongkok yang masuk dalam kategori universitas papan atas di dunia. ‘’Mudah-mudahan Unpatti yang sudah punya kerjasama dengan 2 universitas disana dan universitas lain di Maluku bisa saya fasilitasi untuk menjalin kerjasama dengan universitas disana. Kami siap mejajaki itu,’’ tandasnya.

Maluku, kata Oratmangun, sebetulnya memiliki nilai lebih dibanding daerah lain di Indonesia untuk dijual pada sektor pariwisata yakni 5 S. 5 S itu masing-masing sea (laut), sun (matahari), sand (pasir/ pantai), smile (senyum) dan service atau keramah-tamahan. ‘‘Semuanya sudah ada di Maluku tinggal bagaimana mengemas dan mempromosikannya untuk mendapatkan nilai lebih bagi tourism di daerah ini,’’ ingat Dubes Djauhari.

Dia kembali mengingatkan kalau pada dasarnya siap memfasilitasi  Maluku untuk penetrasi pasar ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan menjalin kerjasama dibidang lainnya. “Paling tidak Plt Gubernur dan Walikota Ambon menyatakan kesediaanya. Bersama-sama kita tingkatkan kerjasama untuk gairahkan ekspor produk-produk Maluku ke RRT dan menarik investasi serta wisatawan RRT ke Maluku dan juga dibidang people to people, konektifitas, budaya dan pendidikan,” katanya menutup pembicaraan. (OPE)

Most Popular

To Top