Mahasiswa Duga Ada Pungli di PLN Ambalau – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Mahasiswa Duga Ada Pungli di PLN Ambalau

AMEKS ONLINE, BURSEL—Puluhan mahasiswa dari Pulau Ambalau, Kecamatan Ambalau, Kabupatan Buru Selatan (Bursel) melakukan aksi di PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Kamis (15/3). Mereka mengkritisi pelayanan listrik yang buruk pada ranting Kecamatan Ambalau.

Puluhan mahasiswa ini melakukan kasi demo. Mereka mendesak agar secepatnya pihak PLN mengambil tindakan atas kondisi yang terjadi di daerah itu.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliasi Mahasiswa Peduli Rakyat Ambalau (Ampera) itu berlangsung di depan Kantor Wilayah PLN Maluku dan Malut, Jalan Diponegoro No 2 Ambon. Selain mengkritisi infrastruktur (jaringan) listrik yang tidak lagi memadai, mereka juga memintai pihak PLN melakukan evaluasi kinerja kepala ranting PLN Ambalau.

Mereka menduga ada pungutan liar (pungli) oleh oknum PLN Ranting Ambalau. “Kami meminta kepala PLN Wilayah Maluku dan Malut segera menyikapi persoalan listrik di Pulau Ambalau. Kinerja kepala PLN Ranting Ambalau dievaluasi, karena infrastruktur jaringan listrik sudah tidak lanyak dan harus diganti. Namun terkesan ada pembiaran,” seru Kordinator Lapangan (Korlap), Rajadano Soulissa.

Mereka mengancam akan terus melakukan aksi susulan apabila tidak ada langka konkrit pihak PLN membijaki persoalan pelayanan kelistrikan di darah itu.

Dalam orasinya Rajadano juga menuding Risman Galela selaku kepala ranting dan bawahanya diduga melakukan pungli terhadap pelanggan di daerah tersebut. ”Ada dugaan pungli dilakukan oleh oknum-oknum PLN di Ambalau kepada para pelanggan,” beber Rajadano.

Beberapa jam melakukan orasi, lima perwakilan para pendemo di terima pihak PLN, untuk membicarakan apa yang menjadi keluhan masyarakat terkait pelayanan listrik di daerah itu. Disaat pertemuan, perwakilan pendememo menjelaskan tudingan pungli terhadap pelanggan karena selain pembayaran tidak sesuai SOP (Standard Operating Procedures), pemasangan meteran listrik pintar dipatok tidak sesuai tarif yang ditentukan PLN sesuai prosedur. Kemudian pemutusan listrik dilakukan secara sepihak.
Semua dilakukan tanpa sosialisasi terlebih dulu kepada pelanggan. Penagihan iuran listrik bulan juga tidak menggunakan kwitansi, dan pembiaran menumpuk berbulan-bulan dan membebani masyarakat. ‘’Pemasangan meteran listrik pintar di patok dengan Rp 3,4 juta. Kemudian, penagihan pembayaran listrik yang tidak menggunakan kwitansi.

Pembiaran hingga berbulan barulah dilakukan ini sangat membani masyarakat seharusnya ada penagihan dilakukan perbulan sehingga tidak membenani besar kalau sekali dilakukan penagihan,” tandas Abubakar Mahu, salah satu delegasi pendemo disaat pertemuan terbut.

Deputi Manager (DM) Hukum dan Humas PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara, Ramli Malawat mengatakan, sistim pembayaran listrik pelanggan seharusnya melakukan pembayaran langsung ke Payment Point Online Banking (loket PPOB) yang sudah tersedia di Amabalau. ”Kalau pembayaran, pelanggan yang harus langsung membayar ke PLN,” jelas Ramli.

Dia mengaku, masih banyak pelanggan listrik di Ambalau yang secara administrasi belum terdaftar. ”Ini juga yang menjadi masalah. Karena selama ini banyak pelangan yang belum terdaftar,” akuinya.

Mereka juga meminta agar listrik di Pulau Amabalau agar beroperasi 24 Jam. Operasi PLN ranting Ambalau saat ini pelayanan listrik hanya beberapa jam, dari pukul 18.00 WIT sampai pukul 00.00 WIT. ”Listrik akan menyala 24 jam, dengan catatan kalau tunggakan listrik Kecamatan Ambalau Rp 131,700 juta harus dilunasi karena PLN itu butuh solar. Kemudian biaya transportasi mengakut BBM ke Ambalau. PLN akan menjamin 24 jam tidak lagi tunggakan” akui Ramli.

Hasil pertemuan tersebut, ada beberapa poin dipastikan Ramli Malawat akan menjadi bahan evaluasi pihak PLN. Pertama terkait pungutan liar, kemudian pelayanan pasokan listrik. ”Kita berharap kalau ada temuan itu, masyarakat bisa langsung melaporkan ke polisi atau ke PLN dan akan kita proses. Kemudian persolan jaringan listrik, ini yang akan menjadi evaluasi pihak PLN,” akuinya.

Dipastikan, apa yang menjadi keluhan, dalam waktu dekat akan dibentuk tim guna melakukan kunjungan langsung ke lapangan. ”Selesai pertemuan ini, tindaklanjutnya kita akan melakukan rapat bersama dengan pihak manejemen, menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat Ambalau. Kita akan bentuk tim untuk melacak persoalan ini, dalam minggu kita bentuk tim dan melakukan peninjauan langsung ke lapangan,” pungkas dia.(ERM)

Most Popular

To Top