Umat Hindu Rayakan Nyepi dan Saraswati Bersamaan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Umat Hindu Rayakan Nyepi dan Saraswati Bersamaan

NARDI/Ameks MELASTI : Umat Hindu Kota Ambon menggelar upacara Melasti yang dipusatkan di Pantai Tantui, Kamis (15/3) jelang Hari Raya Nyepi.

AMEKS ONLINE, AMBON.—Tahun 2018 ini sangat istimewa bagi umat Hindu. Pasalnya, dalam tahun ini, Hari Raya Nyepi Saka 1940 akan dirayakan bersamaan dengan Hari Raya Saraswati atau turunnya ilmu pengetahuan (Weda, kitab suci umat Hindu).

Perayaan dua hari raya yang dilakukan secara bersamaan tersebut merupakan momen yang langka, karena biasanya terjadi sekitar 100 tahun sekali.

Dengan demikian, tidak semua generasi dapat merasakan kedua kebahagian itu. Demikian disampaikan Kepala Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Maluku, Sukardi Rianto kepada Ambon Ekspres saat persiapan Upacara Melasti di Pura Siwa Stana Giri di Taman Makmur, Komplek Museum Siwalima, Kamis (15/3).

Dikatakan, untuk menyiasati agar umat Hindu Maluku mampu melaksanakan kedua hari raya tersebut secara bersamaan, maka tidak dilakukan berbagai kegiatan lain seperti pawai ogoh-ogoh yang dilakukan sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

Hal tersebut, kata Sukardi, dimaksudkan agar umat Hindu di Maluku lebih fokus pada pelaksanaan persembahyangan dan pelaksanaan Catur Brata Penyepian. “Pawai ogoh-ogoh tahun ini memang tidak ada. Karena itu hanya bagian dari budaya dan tradisi saja. Jadi kita fokus pada upacara Saraswati dan Nyepi bersamaan, maka kita fokus pada pembuatan sarana upacara,” ungkapnya.

Karena waktu yang bersamaan, lanjut Sukardi, maka umat Hindu di Maluku akan mulai melakukan proses upacara persembahyangan perayaan Saraswati di Pura Siwa Stana Giri pada pukul 04.00 WIT hingga pukul 06.00 WIT. Setelah itu, dilanjutkan dengan perayaan Nyepi.

Perayaan Nyepi akan dimulai pukul 06.00 WIT hingga pukul 06.00 WIT keesokan harinya. Jadi Catur Brata Penyepian akan dilakukan selama 24 jam. “Paling lambat, upacara persembahyangan perayaan Saraswati selesai jam 06.00 WIT. Setelah itu, umat bisa dengan tenang melakukan Catur Brata Penyepian,” ujarnya.

Dalam Catur Brata Penyepian, jelas Sukardi, umat Hindu akan mengerjakan empat pantangan yaitu Brata Amati Geni, Brata Amati Lelanguan, Brata Amati Lelungan dan Brata Amati Karya. “Amati Geni, yaitu, berpantang menyalakan api, lampu atau alat elektronik. Amati Karya, menghentikan kerja atau aktivitas fisik untuk belajar dan refleksi diri atas hidup yang dijalani. Amati Lelanguan, berpantang menghibur diri atau melakukan kesenangan. Amati Lelungaan, dilarang bepergian,” katanya.

Sementara itu, sebelum melaksanakan upacara persembahyangan perayaan Saraswati dan Nyepi, terlebih dahulu ratusan umat Hindu di Kota Ambon menggelar upacara Melasti yang dipusatkan di Pantai Tantui, tepatnya di Lapangan Tahaparry Polda Maluku, Kamis (15/3).

Menurut Ketua Panitia Hari-Hari Besar Hindu (PHBHin) Maluku, I Wasan Okadiana, upacara persembahyangan Melasti biasanya dilakukan oleh umat Hindu sebelum perayaan Nyepi.

Tujuannya untuk menyucikan diri maupun menyucikan semua pratima atau benda-benda suci. “Kita lakukan Melasti ini sebagai bentuk penyucian diri umat Hindu dan seluruh pratima untuk menyambut Hari Raya Nyepi,” pungkasnya. (ADI)

Most Popular

To Top