Diminta Kembalikan Uang Pungli, Guru SMA 12 Ngamuk – Ambon Ekspres
Berita Utama

Diminta Kembalikan Uang Pungli, Guru SMA 12 Ngamuk

Proses pengembalian uang hasil pungli kepada orangtua siswa di SMA Negeri 12 Ambon.

AMEKS ONLINE, AMBON.-Tindakan memalukan terjadi di lembaga pendidikan SMA Negeri 12 Ambon. Betapa tidak, ketika Ombudsman RI Maluku berhasil mengungkap adanya pungutan liar alias pungli di lembaga itu dan ?diminta mengembalikannya, guru-guru di sekolah itu malah ngamuk dan meneriaki petugas Ombudsman. Polisi langsung diundang ke sana untuk menertibkan kondisi yang ada.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan bila jelang UN, Kepsek dan Komite SMA Negeri 12 Ambon memungut biaya sebesar Rp 150 ribu dari 222 orang tua siswa. Kepsek berlindung dibalik komite untuk melakukan pungli, namun berhasil dicium Ombudsman atas laporan orang tua siswa?.
Pada Jumat (16/3) dilakukan pertemuan di ruang rapat sekolah di bilangan Air Salobar Ambon. Rapat dihadiri Kepsek, para guru, komite dan para orang tua siswa untuk mengembalikan ?uang pungli.

Pengembalian uang disaksikan langsung ?Asisten Bidang Pengawasan Ombudsman Perwakilan Maluku, Harun Wailissa.
?Pantauan koran ini, saat proses pengembalian berlangsung, ada beberapa guru yang masuk dalam ruangan dan dengan kasar meneriaki kehadiran Ombusdman. Hal ini membuat kondisi menjadi ricuh dan tidak terkendali.

Karena terdesak dengan teriakan dan ancaman beberapa guru, Ombudsman kemudian menelepon polisi untuk meredakan situasi. Beberapa saat kemudian, aparat kepolisian dari Polsek Nusaniwe turun ke TKP mengamankan situasi sekaligus mengawal proses pengembalian uang pungli hingga selesai.
?Kepsek SMA Negeri 12 Ambon, Fredy Pentury mengaku ada pungutan sebesar Rp 150 ribu, karena pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk triwulan pertama belum dikucurkan oleh pemerintah pusat.

Dia juga mengaku pungutan dengan persetujuan komite ini ternyata bertentangan dengan Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 dan Permendikbud Nomor 8 tahun 2017 tentang petunjuk penggunaan dana BOS. “Karena itu dana itu kami kembalikan sehingga tidak merusak citra sekolah ini,” katanya.

Ketua Komite SMA 12, Yan Latumahina mengatakan, pihaknya tetap mengembalikan uang ini, untuk menjaga nama baik lembaga. “Demi nama baik sekolah, kami mengembalikan uang yang diminta dari orangtua siswa,” ujarnya.

Asisten Bidang Pengawasan Ombudsman Perwakilan Maluku, Harun Wailissa mengatakan, pengembalian ini merupakan bukti bahwa kepsek dan komite SMA Negeri 12 Ambon menyadari peraturan hukum. “Pungutan ini dilakukan, pada awalnya mereka tidak memahami aturan. Tapi setelah Ombudsman berkoordinasi dengan pihak sekolah, meminta keterangan dan memberikan pandangan hukum tentang pungutan yang dilakukan pihaknya adalah bertentangan dengan undang-undang dan itu salah. Maka mereka bersepakat untuk melakukan pengembalian,” ucapnya.

Menurutnya, sebanyak 90 persen orangtua siswa yang hadir dalam pengembalian uang dan hal ini bisa menjadi contoh best practice bagi sekolah-sekolah lain di Maluku untuk melakukan hal yang sama.?(PRO3?)

Most Popular

To Top