Koruptor Lingkar Hokmar Divonis 1,4 Tahun – Ambon Ekspres
Hukum

Koruptor Lingkar Hokmar Divonis 1,4 Tahun

AMEKS ONLINE, AMBON.-Irwan Rahman, terdakwa kasus korupsi dana proyek jalan lingkar Hokmar-Lutur dan Lutur-Rebi di Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon 1,4 tahun penjara. Sidang vonis dilakukan, Jumat (16/3).

“Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 dan Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi,”kata ketua majelis hakim, Jimmy Wally didampingi Jefry Jefta Sinaga dan Bernard Panjaitan selaku hakim anggota di Ambon.

Irwan juga dihukum membayar denda sebesar Rp.50 juta subsider tiga bulan kurungan, tetapi tidak dihukum membayar ganti rugi keuangan negara. Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan tim JPU Kejari Dobo, Ekaputra Palimpungan dan Dewan Nyoman Wira Adiputra yang meminta terdakwa dihukum 1,5 tahun penjara.

Terdakwa juga dituntut membayar denda Rp50 juta subsider empat bulan kurungan, tetapi tidak dituntut membayar uang pengganti karena telah mengembalikan Rp.720 juta pada saat penyelidikan jaksa.

Irwan tidak terbukti melanggar pasal 2 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi sebagai dakwaan primair. Atas putusan tersebut, baik tim JPU maupun terdakwa melalui tim PH-nya, Hendrik Lusikoy, Noke Pattirajawane dan John Tuhumena menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, JPU Kejari Kepulauan Aru, I Dewa Nyoman Wira Adiputra dan Henly Lakburlawar dalam dakwaannya mengatakan, tahun 2015 terdakwa selaku Kepala Seksi Perumahan dan Pemukiman pada Dinas PU Kabupaten Kepulauan Aru ditunjuk sebagai PPK program pembangunan dan pekerjaan jalan tanah Hokmar-Lutur dan pekerjaan jalan Lutur-Rebi.

Proyek ini dibiayai oleh DAK tahun 2015 sebesar Rp 4.800.000. Selanjutnya, proses lelang dilakukan oleh Pokja Konstruksi II yang diketuai Robert Jefri Enus, Yunita Limahelu sebagai sekretaris, dan Pieter Kayos Soeripet, Christian Koritetu serta Herry Wakim sebagai anggota.

Namun proses lelang untuk pekerjaan pembangunan jalan Hokmar-Lutur dua kali gagal, sehingga terdakwa menunjuk Fa Victoria dengan direkturnya Jhony Khotualubun untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Penunjukan langsung itu, disetujui oleh Plt Kadis PU Kabupaten Aru, Marthinus Lengam. Sementara proses lelang untuk proyek pekerjaan jalan Lutur-Rebi dimenangkan oleh PT Vanny Prima.

Menurut JPU, pekerjaan jalan tanah Hokmar-Lutur dan jalan Lutur-Rebi tidak dilakukan pada lokasi sesuai yang tertuang dalam kontrak. Pengalihan lokasi pekerjaan itu atas perintah terdakwa selaku PPK. Sementara anggaran dicairkan 100 persen berdasarkan dokumen palsu yang dibuat oleh terdakwa, seolah-olah pekerjaan dilakukan sesuai kontrak.

Anggaran yang dicairkan untuk kedua proyek berdasarkan surat perintah pencairan dana (SP2D) sebesar Rp 3.964.634.546.00. Sementara realisasi pekerjaan hanya sebesar Rp.3.242.370.246,30. Sisa Rp.722.264.299,70 digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadinya. (M1)

Most Popular

To Top