Korupsi Dana KUD Diungkap – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Korupsi Dana KUD Diungkap

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, HARUKU.- Dana bergulir KUD Kakerisa tahun 2010-2015 sebesar Rp.500 juta yang diperuntukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM, di Desa Abubu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Malteng tidak dipergunakan sesuai peruntukannya. Dana ini lebih banyak dinikmati oleh mereka yang kini dijadikan tersangka.

Hal ini disampaikan Kasie Pengawasan dan Pembinaan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku, Freddy Talapessy saat dimintai keterangannya sebagai saksi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon dalam kasus ini. “Kita sudah mintai keterangan saksi, dan saat diperiksa, saksi pengawasan tidak ditemukan adanya pembangunan pabrik es curah sebagaimana yang diajukan melalui proposal. Hanya ada Waserda,” terang Kasi Pidsus Kejari Ambon, Irwan Somba, kepada media ini di Kejari Ambon, Senin (19/3).

Freddy ditanyai 16 pertanyaan oleh Jaksa Asmin Hamja sejak pukul 11.00 hingga 13.00 terkait dengan tugas dan fungsinya saat melakukan pengawasan pada KUD Kekerisa. Disinggung soal pemeriksaan ketiga tersangka Pieter Peilouw, Jhon Lolopua, dan Frans Lekahena, Somba mengatakan, tiga tersangka sudah menerima panggilan untuk diperiksa hari ini.

Dia belum bisa memastikan, usai diperiksa apakah langsung dilakukan penahanan terhadap ketiga tersangka ataukah tidak. “Ya, saya belum bisa pastikan apakah langsung ditahan atau tidak, nanti kita lihat dulu perkembangan penyidikannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kejari Ambon menetapkan tiga pengurus KUD Kekerisa, di Desa Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah sebagai tersangka dugaan korupsi dana bergulir tahun 2010-2015, yang terindikasi merugikan negara sebesar Rp.254. 679.933. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Ketua KUD Kekerissa Pieter Peilouw, Sekretaris Jhon Lolopua dan Frans Lekahena selaku bendahara. (M1)

Most Popular

To Top