Waspadai Kasus Skimming di Ambon – Ambon Ekspres
Ekonomi

Waspadai Kasus Skimming di Ambon

Bambang Pramasudji

AMEKS ONLINE, AMBON.–Masyarakat saat ini tengah dihantui kasus skimming kartu Automated Teller Machine (ATM). Banyak nasabah mengeluh tiba-tiba saldo mereka terdebet tanpa melakukan transaksi ataupun penarikan.

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada magnetic stripe card kredit atau debit secara ilegal. Skimming adalah salah satu jenis penipuan yang masuk ke dalam metode phishing.

Modus kejahatan kelompok penguras uang nasabah ini adalah menggunakan kartu ATM yang sudah digandakan atau di-skimming oleh kelompok hacker. Dengan kartu ATM palsu tersebut, pelaku pun leluasa menguras uang pemilik rekening melalui penarikan tunai, pembelian debet, dan penukaran valuta asing (valas).

Kasus pembobolan dana sejumlah nasabah bank di Indonesia turut meresahkan nasabah di daerah, termasuk di Ambon. Pembobolan dana nasabah tersebut merupakan kejahatan perbankan dengan metode skimming dan pencairan dana yang dilakukan di luar negeri.
“Sebagai nasabah saya juga was was. Soalnya bukan hanya saldo yang terpotong, saat melakukan penarikan pun uang tidak keluar tapi saldo terpotong. Entah uang lenyap ke mana. Kita juga jadi ragu dengan keamanan bank akan tabungan kita,” ungkap salah satu warga Kota Ambon saat dijumpai koran ini setelah melakukan transaksi keuangan di salah satu perbankan, Senin (19/3).

Branch Manager Bank Panin Cabang Ambon, Saman mengaku, untuk mengantisipati terkait masalah skimming, setiap perbankan pastinya sudah mempersiapkan diri. Khusus Panin, mulai November 2017 telah melakukan penggantian seluruh ATM ke chip. “ATM Chip ini tidak mampu dideteksi alat skimming. Olehnya itu, dihimbau ke masyarakat yang masih menggunakan ATM magnet beralih ke ATM chip,” akuinya.

Dia mengatakan, Bank Indonesia telah mengeluarkan aturan terkait penggunakan kartu ATM chip dan bank ditekankan mengganti semua kartu ATM magnet ke chip. “Untuk perbankan yang nasabah menjadi korban juga, saat ini tengah mempercepat proses penggantian kartu ATM nya ke chip,” tambahnya.

Kepala Kantor BI Maluku, Bambang Pramasudji menjelaskan, metode skimming adalah pencurian data nasabah pada kartu debit dengan memasang perangkat skimmer pada mesin anjungan tunai mandiri (ATM).
“Makanya BI menyarankan agar masyarakat bisa lebih mempelajari terkait sistem transaksi non tunai. Dimana masyarakat harus memahami betul soal keamanan data dan kartu non tunai dengan benar,” ujarnya.

Misalnya, sambung Pramasudji, menjaga kerahasiaan serta keamanan pin hingga password serta gunakan hanya saat akan melakulan pembayaran. “Gunakan perangkat jaringan yang aman, waspadai aplikasi yang berisikan virus, jangan menyebarkan informasi pribadi melalui media sosial yang tidak penting. Hal itu dilakukan guna merahasiakan data para nasabah, sehingga tidak mudah terkena skimming,” pungkasnya. (IWU)

Most Popular

To Top