Pedofil Beraksi, 5 Bocah Jadi Korban – Ambon Ekspres
Kriminal

Pedofil Beraksi, 5 Bocah Jadi Korban

PEDOFIL : Polisi menggiring para pelaku pedofilia (baju orange) ke ruang tahanan usai menjalani pemeriksaan di unit PPA Satreskrim Polres Ambon, Kamis (21/3). Polisi menetapkan 3 tersangka dalam kasus ini dan mereka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Satu Pelaku ASN Dinas PU Maluku

AMEKS ONLINE, AMBON.—Polisi menangkap 3 orang pelaku pedofilia. Mereka memiliki kelainan seksual terhadap remaja atau anak-anak. Ada 5 orang bocah yang menjadi korban ketiga pelaku bejat ini.

Mereka yang ditangkap masing-masing Edwin Ledel Watimena (49) yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Vernando Watimena (22) dan Elissa Pattiasina (49).
Ketiganya terbukti melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap 5 orang korban yang masih duduk di bangku SD.

Edwin Watimena yang berdomisili di Dusun Lima, Desa Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) diketahui melakukan perbuatan tak bermoral terhadap para korban di rumahnya sejak Februari 2017 hingga Maret 2018. “Hasil dari pengembangan penyidikan yang dilakukan penyidik unit Pelayanan Perempuaan dan Anak(PPA), terungkap kalau tersangka Edwin Watimena sudah melakukan perbuatan asusila itu terhadap 5 orang korban,” beber Kasubag Humas Polres Ambon, Ipda Agus Matatula kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Rabu (21/3).

Selain Edwin, kata dia, polisi juga mengamankan keponakannya yang bernama Vernando. Vernando terbukti turut “menggarap“ salah satu korban yang masih berusia 10 tahun.

Perbuatan Vernando itu dilakukan setelah pamannya menyetubuhi korban pada 22 Januari 2018. ‘’Vernando menyetubuhi korban pada 23 Februari 2018 dengan tempat kejadian yang sama di rumah milik tersangka Edwin Ledel Watimena,’’ ungkap Agus.

Sementara pelaku lain diketahui bernama Elissa Pattiasina (49). Dia merupakan warga Desa Passo, Kecamatan Baguala dan sehari-hari bekerja sebagai penarik becak. Elisa terbukti sejak 4 tahun lalu menyetubuhi salah satu korban yang kini berusia 11 tahun. Korban ini juga disetubuhi Edwin. “Dalam kasus ini ada 3 tersangka dengan 5 korban. Hasil pengembangan penyidikan, terungkap ada dua korban yang pernah disetubuhi oleh tersangka Elissa Pattiasina dan Vernando. Sehingga mereka juga turut diamankan. Para tersangka juga mengakui perbuatan mereka terhadap korban,” kata Agus.

Dijelaskan, diantara 5 korban, Edwin Ledel Watimena diketahui menyetubuhi 3 korban. Sedangkan 2 lainnya hanya dicabuli. “Jadi, dari 5 korban, 3 orang korban disetubuhi tersangka (Edwin Ledel Watimena) ini, dan 2 korban dicabuli. Tidak hanya sekali, tetapi itu juga dilakukan tersangka berulang kali terhadap para korban,” akui Agus.

Modus para pelaku “menggasak” bocah-bocah malang ini, kata dia, dengan cara bujuk rayu. Korban diiming-imingi uang dengan jumlah bervariasi. Mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 150 ribu. “Modusnya, pelaku mengimingi-imingi korban dengan uang,” kata Agus.

Dia menjelaskan, aksi biadab Edwin Watimena dilakukan di rumahnya. Nyaris perbuatan itu tidak diketahui. Kasus ini baru terungkap setelah dia kembali melakukan perbuatan yang sama terhadap korban beberapa hari lalu.

Saat itu korban dititipkan ke rumah tersangka. Dia kemudian dicabuli. Pelaku memasukkan jari tangannya ke kemaluan korban.
Korban memberontak. Dia lari dan mengadu kepada orang tuanya.
Mendengar pengaduan putri tercintanya, keluarga korban naik pitam. Mereka kemudian melaporkan perbuatan Edwin ke Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) Polres Ambon dan Pulau-Pulau Lelase, Kamis (15/3) lalu.

Pelaku kemudian ditangkap. Saat diselidiki, muncul nama Vernando Wattimena dan Elissa Wattimena. Ketiganya langsung dimasukkan ke dalam tahanan Polres Ambon.

Mereka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 81 ayat (1) dan ayat (2), pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014, dan atau pasal 287 ayat (1) dan atau pasal 290 KUHPidana. “Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Agus Matatula. (ERM)

Most Popular

To Top