Polisi Janji Panggil Abdullah Vanath – Ambon Ekspres
Berita Utama

Polisi Janji Panggil Abdullah Vanath

Abdullah Vanath

AMEKS ONLINE, AMBON.- Ini akibatnya bila dalam pemilihan kepala daerah setiap donatur dijanjikan proyek. Syarifudin Djogja mengungkapkan janji manis Abdullah Vanath kepadanya. Setelah menjadi bupati Seram Bagian Timur, Vanath menjanjikan proyek Rumah Sakit Islam (RSI) kepada Djogja.

Janji ini tak pernah dipenuhi Vanath hingga menyelesaikan masa kerjanya sebagai bupati selama dua periode. Djogja mengaku menyerahkan uang sebesar Rp1,2 miliar kepada Vanath. Uang itu diberikan dengan janji Vanath akan memberikannya proyek. Dana segar itu dipakai Vanath untuk kepentingan pilkada.

Kini kasus ini diungkap lagi setelah lebih dari 10 tahun. Dana Rp1,2 miliar disebut Djogja sebagai hutang yang harus dibayarkan Vanath. Namun Vanath mengelak telah meminjamkan uang atau pun menjanjikan proyek kepada Djogja. Atas sikap Vanath, Djogja melayangkan dua kali somasi.

Somasi ini tak pernah direspon Vanath. “Saya mau bilang, kita resmi sudah melayngkan somasi kedua pekan kemarin kepada Abdullah Vanath. Karena yang bersangkutan (Abdullah Vanath) belum memberikan kepastian jelas untuk membayar hutangnya kepada klien saya,” tegas Abdusyukur Kaliky kepada Ambon Ekspres di pelataran kantor Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Selasa (21/3)

Minggu depan, lanjut Kaliky, Ia akan melayangkan somasi tahap ketiga (III) kepada mantan bupati SBT itu. Sejak somasi tahap pertama dan kedua, Vanath tidak merespon. Bahkan Ia sudah mendatangi Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Maluku untuk membicarakan penanganan kasus hutang tersebut.

Dirkrimum Polda berjanji akan segera memanggil Abdullah Vanath untuk mempertanggungjawabkan hutangnya pada Syarifudin Djogja (kliennya). “Saya dan klien saya sudah ke Dikrimum Polda Maluku untuk mempertanyakam surat proses kelangsungan perkara hutang ini. Dan Dikrimum berjanji dalam waktu dekat akan memanggil Abdullah Vanath untuk mempertanggungjawabkan utangnya kepada klien saya,” ujar Kaliky

Sebelumnya klienya (Syarifudin Djogja) sudah menemui Abdullah Vanath dan istrinya di kediaman mereka di Lorong Putri, Desa Batumerah, untuk meminta membayar separuh pinjaman. Tetapi, niat baik klienya itu tidak direspon Abdullah Vanath. Parahnya lagi, kata dia, kliennya di bentak oleh istri Vanath.

“Klien saya sudah datang baik-baik ke rumah mantan Bupati SBT itu. Namun jawaban dari Vanath dan istrinya saat itu terkesan tidak pernah berurusan dengan klien saya. Bahkan, dengan nada lantang istri Abdullah Vanath meminta kepada klien saya agar melaporkannya ke polisi maupun jaksa,” beber Kaliky.

Sejak tahun 2005-2007 kliennya yang berprofesi sebagai kontraktor banyak membantu Abdullah Vanath dengan meminjamkan uang yang jika ditotalkan sebesar Rp.1.230.000.000. Kliennya berani meminjamkan uangnya berkali-kali kepada Vanath, karena dijanjikan sejumlah proyek, seperti proyek dua buah rumah sakit Islam.

“Kami sudah kumpulkan sejumlah bukti-bukti pinjaman, diantaranya bukti transfer di dua bank yanki, BPDM dan BRI kurang lebih sekitar Rp.400 juta sampai Rp800 juta dan ini resmi kwitansinya ditanda tangani langsung oleh Abdulah Vanath. Jadi total semuanya ada Rp.1.230.000.000 (satu milyar, dua ratus tiga puluh juta rupiah),” ungkapnya.

Disinggung apakah somasi berkaitan dengan politik di Maluku saat ini? “Tidak ada sama sekali. Klien kami membutuhkan banyak uang untuk pengobatan isterinya, maka tidak ada pilihan lain selain meminta uang yang dipinjam Abdullah Vanath. Jadi sekali lagi saya tegaskan tidak ada kaitanya dengan pilkada, ini murni utang piutang,” jelasnya (M1)

Most Popular

To Top