Dugaan Korupsi Sarana Olahraga, Abua Dibela Ruhunussa – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Dugaan Korupsi Sarana Olahraga, Abua Dibela Ruhunussa

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, MASOHI.—Bupati Maluku Tengah (Malteng), Tuasikal Abua dituding  menyalahgunaan anggaran pembangunan sarana dan prasarana olahraga sebesar Rp 1,5 miliar. Tudingan ini dialamatkan kepada Abua lantaran jabatan politik yang disandangnya.

Namun faktanya, proyek bernilai fantastis itu tidak direalisasikan hingga saat ini. Belakangan, Ketua DPRD Malteng Ibrahim Ruhunussa angkat bicara meskipun tudingan ini tidak dialamatkan kepadanya dalam jabatan sebagai pimpinan legislatif di kabupaten itu.

Diduga ada ketakutan bahwa dugaan kasus ini akan diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ruhunussa dengan tegas membantah tudingan yang dialamatkan kepada bupati terkait hal itu.
Kepada wartawan akhir pekan lalu, Ruhunussa menjelaskan bahwa proyek yang dimaksud memang tertera di buku APBD tahun 2015. Namun item kegiatan itu sudah dikoreksi pada buku APBD Perubahan tahun 2015.

Item kegiatan tersebut, kata dia, tidak dapat direalisasikan lantaran berbenturan dengan persoalan lahan. “Item anggaran untuk proyek tersebut memang ada di APBD induk tahun anggaran 2015  sebesar  Rp 1,5 miliar. Namun  pada  APBD perubahan itu dilakukan revisi.  Item anggaran itu tidak ada lagi di buku APBD perubahan,” jelasnya.

Dijelaskan, permasalahan tanah yang melatari tidak jadinya proyek pembangunan sarana dan prasarana olahraga. Dijelaskan, meski tidak jadi dilaksanakan, anggaran dimaksud tetap pada Dinas Pendidikan Malteng dan hanya jenis pekerjaan saja yang dirubah.
“Jadi, nama kegiatan sebelumnya sarana dan prasarana olah raga diganti dengan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan,” timpalnya.

Ada yang janggal dari penjelasan Ruhunussa. Soal alasan persoalan lahan misalnya. Lokasi yang dimaksud dalam proyek tersebut adalah Lapangan Nusantara Masohi yang secara logika tidak bermasalah. Lahan dimaksud jelas-jelas merupakan lahan milik Pemkab Malteng.

Alasan lain, soal perencanaan. Bagaimana mungkin suatu proyek bisa diloloskan penganggarannya tanpa melalui perencanaan yang matang. “Kenyataannya, lahan lapangan Nusantara memang milik Pemkab Malteng. Lalu masalahnya dimana ? Dengan siapa ?,” tanya  Imran, warga Kota Masohi.
Berikut, soal pengalihan kegiatan menjadi pembangunan sarana dan prasarana olah raga menjadi sarana dan prasarana pendidikan, yakni SMA Negeri 3 Masohi.

Persoalan yang kemudian mengemuka adalah bagaimana bisa, proyek sarana dan prasarana pendidikan secara mudah dianggarkan dan dikerjakan. Padahal proyek sebelumnya itu telah melalui pembahasan yang alot dan bahkan telah disetujui padahal belakangan menemui masalah, sedangkan proyek sarana dan prasarana pendidikan dengan gampangnya disetujui,” tanyanya. (MYX)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top