Mimpi Bertemu Ikan Bisa Bicara, Hanya Minum Air Embun di Dedaunan – Ambon Ekspres
Features

Mimpi Bertemu Ikan Bisa Bicara, Hanya Minum Air Embun di Dedaunan

Terlunta-lunta selama 15 hari di tengah hutan belantara tanpa arah dan tujuan dialami oleh Syukur, kakek renta berusia 70 tahun. Ia menjadi salah satu warga yang tersesat saat berburu babi hutan di kawasan hutan angker Terutung, kemudian berhasil selamat. Ini kisahnya.

OLEH: Irva Gusnadi, Kerinci

KAWASAN hutan Desa Tarutung, Batang Merangin, merupakan salah satu kawasan hutan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Meski banyak areal perladangan di kawasan hutan itu, namun hanya sampai di kawasan pintu-pintu rimba, selebihnya, hutan itu masih cukup perawan dan jarang terjamah.

Habitat babi hutan banyak ditemui di kawasan ini. Tak heran bila para pemburu babi menjadikan kawasan ini sebagai daerah favorit untuk berburu dibanding daerah lainnya di Kerinci.
Arealnya pun lebih luas, hingga mencapai Tamiai, Bedeng 12, sampai ke hutan Muara Emat, perbatasan Kerinci dan Merangin.

Aktivitas perburuan babi hutan inilah yang membawa Syukur, Warga Desa Kota Iman, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, bersama teman-temannya sampai di hutan Tarutung ini.

Melihat usianya yang sudah mencapai 70 tahun, Syukur sepertinya tidak sanggup lagi untuk keluar-masuk hutan, apalagi untuk berburu babi yang tentunya membutuhkan fisik yang kuat dan prima
Tapi siapa sangka, usia renta tidak lantas membuat Syukur meninggalkan hobinya itu. Ia masih sanggup beradu cepat dengan babi-babi liar di kawasan hutan.

Disambangi di kediamannya pada Minggu (15/4) malam, Syukur menceritakan kejadian tersebut bermula pada Rabu 28 Maret 2018 lalu, ia bersama tiga temannya yaitu Zainatul Azmi, 35, Jon Ependi, 32, warga Desa Tarutung, dan Umar, 40, warga Pendung Koto Padang, Sungai Penuh, berburu babi di hutan Desa Tarutung.

Saat itu, mereka malah mendapatkan seekor rusa betina di tengah hutan. Pada saat membersihkan daging untuk dibagi-bagi, salah satu di antara mereka yakni Umar menemukan batu sebesar kepalan tinju orang dewasa berbentuk rusa dari dalam perut rusa betina tersebut.
“Waktu aku nanyo (saat ditanya) ke mano batu itu, Umar ngato (mengatakan) tinggal di dalam hutan,” ujar Syukur.

Setelah itu, mereka pulang ke rumah masing-masing dan memutuskan keesokan harinya untuk kembali berburu dikarenakan penasaran akan adanya rusa jantan yang sempat terlihat sehari sebelumnya.

Dikatakan Syukur, sebelum melanjutkan berburu Kamis (29/03), Rabu malam ia bermimpi bahwa dirinya bersama Umar menemukan ikan raksasa sepanjang 2 meter dengan mata yang besar dan merah.

Setelah berhasil menangkap ikan tersebut, ikan itu lalu berbicara kepada ia dan Umar. “Silakan makan daging saya, namun apa yang ada di dalam perut saya jangan diambil dan letakan kembali ke tempat saya ditemukan,” ujar Syukur saat menirukan ucapan ikan dalam mimpinya.

Seolah tidak terjadi apa-apa, ia pun bersama rekannya kembali masuk hutan pada Kamis (29/03) pagi. Syukur terlena dengan mimpinya itu, dikarenakan semangat untuk melakukan perburuan selanjutnya bersama tiga temannya di dalam hutan Terutung. Pada saat berburu, rasa penasaran mereka terhadap rusa jantan pun akhirnya terjawab.

Sebab, pada waktu itu mereka menemukan rusa jantan sebesar kuda dengan kepala bagian belakang sudah menghitam sedang berada di dalam kubangan (tempat mandi, Red). “Pada saat kami mendekat hendak menangkap, rusa itupun berlari jauh, dan akhirnya terus kami ikuti dengan cara melihat jejak,” jelasnya.

Pada saat itulah, kata Syukur, timbul berbagai keanehan. Ketika mereka mengejar, rusa itu dengan cepatnya berlari. Begitu juga sebaliknya, ketika mereka berhenti melakukan pengejaran, Rusa itu malah kembali mendekat. Setelah beberapa kali seperti itu, mereka pun terlena hingga tak terasa hari sudah gelap.
“Yang anehnya juga, saat awal bertemu rusa itu sebesar kuda, namun semakin lama rusa itu semakin kecil, hingga terakhir kehilangan jejak,” ungkapnya.

Melihat hari sudah gelap mereka pun berhenti dan pada waktu itulah mereka baru sadar kalau mereka telah tersesat tidak tahu jalan untuk kembali pulang. Mereka sudah semakin jauh masuk ke dalam hutan.
“Akhirnya, kami memutuskan untuk mendirikan tenda di dalam hutan, dan baru esoknya rencananya melanjutkan perjalanan mencari jalan keluar,” ujarnya.

Paginya mereka mencoba mencari jalan pulang. Setelah beberapa kali berkeliling, dan kembali di tempat semula, mereka akhirnya memutuskan untuk menyeberang sungai untuk menemukan jalan pulang.

Pada hari ke tiga, dengan kondisi tubuh yang sudah melemah dikarenakan tidak ada makanan yang bisa dimakan, dan hanya meminum air bah di dedaunan, mereka memutuskan Syukur bersama Umar untuk tetap di dalam hutan, mengingat Syukur yang sudah tidak sanggup untuk berjalan. Sementara Jon dan Azmi warga Tarutung yang kondisi fisik masih cukup bagus, melanjutkan perjalan mencari jalan ke luar.
“Perjanjian kami, saya dengan Umar tetap tinggal di tenda, Jon dan Azmi keluar dulu, nanti memberitahukan kepada warga untuk menjemput kami di tenda tersebut,” jelas Syukur.
Jon dan Azmi berhasil kembali ke kampung, sementara Syukur dan Umar ditemukan warga dalam kondisi lemah beberapa hari kemudian.(nas/jpg/ce1/JPC)

Most Popular

To Top