Lawan Hoax, Kapolda Gandeng Artis – Ambon Ekspres
Amboina

Lawan Hoax, Kapolda Gandeng Artis

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Melawan maraknya berita bohong alias hoax, Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto menggandeng puluhan artis nasional. Diantaranya, Prily Latuconsina, Chiko Jeriko, Fairus Arafik, Gunawan,Ussy Sulistiawati, Raffi Ahmad, Ebed G Ade, Dewi Persik, Riky Harun dan Rio Vebrian.

Para artis ini menyampaikan pesan anti hoax dalam video yang kemudian di upload ke Youtube. Mereka mengajak masyarakat Indonesia, khusunya Maluku untuk bersama-sama memerangi hoax dan isu SARA yang dianggap dapat mengancam ketahanan NKRI.

“Jadi, kalau ada artis yang memberikan harapan-harapan, dukungan kan tidak masalah. Sebagai publik figur, mereka juga memberikan dukung. Karena yang bisa memecah belah persatuan kita itu kan hoax, Maluku juga pernah berantakan juga akibat dari hoax,” jelas Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Mohammad Roem Ohoirat kepada Ambon Ekspres, Minggu (22/4).

Selain artis, tambah Ohoirat, juga sudah ribuan masyarakat yang memberikan pernyataan bersama-sama perangi hoax. ”Artis itu baru seberapa. Tetapi kelompok masyarakat yang memberikan dukungan penyataan untuk menolak hoax di Maluku sudah 10 ribuan kelompok, dari semua lapisan. Hampir setiap hari kita terima semacam video pernyataan menolak hoax itu dari masyarakat dan tokoh agama,” akui Ohoirat.

Menurut dia, media cetak, dan media sosial lainnya sangat efektif untuk meyebarkan pesan-pesan damai menyikapi hoax yang dapat mempengaruhi persatuan dan kesatuan NKRI. ”Kita mengantisipasi, sehingga memberikan peringatan kepada masyarakat, sehingga tidak terpengaruh dengan isu-isu hoax yang marak beredar,” demikian Ohoirat.

Anggota Komisi A DPRD Maluku Amir Rumra mengapresiasi langkah Polda Maluku dalam memberantas informasi tidak benar (hoax) di masyarakat. “Saya kira harus diberikan apresiasi, karena saat ini banyak informasi yang tidak benar disampaikan melalui media sosial. Informasi seperti ini bisa saja mengadu domba satu dengan yang lain. Olehnya itu, langkah pak Kapolda dengan melakukan video penolakan hoax, sangatlah tepat,” ujar Rumra kepada Ambon Ekspres, Minggu (22/4).

Dikatakan, informasi hoax harus diperangi karena bisa membahayakan kondisi masyarakat. Apalagi Maluku saat ini tatanan kehidupan orang basudara sudah terjalin dengan baik dan perlu dijaga, agar tidak terjadi perpecahan.

Apalagi, kata dia, belakangan ini Maluku khususnya Kota Ambon, ada oknum tertentu yang suka menebarkan berita bohong dengan mengatasnamakan agama. “Ada orang yang ingin menghacurkan kita di Maluku dengan menggunakan berita bohong di media sosial mengatasnamakan agama. Ini sangat berbahaya, sehingga kita juga harus pandai dalam menilai suatu pemberitaan,” katanya.

Politisi PKS ini meminta agar perang terhadap hoax tidak hanya dilakukan ditingkat Polda Maluku, tetapi juga sampai ke jajaran di daerah. “Semua pemangku kepentingan harus dilibatkan, termasuk tingkat pelajar sekalipun. Ini penting, agar sistem perangi berita tidak benar di masyarakat, harus dilakukan secara matang dan terorganisir,” ungkapnya. (ERM/WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top