Polisi Dinilai Tak Bernyali Periksa Hamid Rahayaan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Polisi Dinilai Tak Bernyali Periksa Hamid Rahayaan

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Dugaan pemalsuan ijazah oleh Plt Walikota Kota Tual, Hamid Rahayaan sudah dilaporkan ke polisi. Namun terkesan tidak disikapi. Lembaga Nanaku Maluku ancam demo di Mapolda Maluku.

Polda Maluku diminta untuk segera menyikapi dengan serius dugaan pemalsuan ijazah tersebut. “Kami lembaga Nanaku Maluku sudah melaporkan ke Polda dari tanggal 10 April lalu. Sudah sekitar 2 minggu lebih yang bersangkutan belum dipanggil untuk pemeriksaan.

Padahal laporan sudah dilimpahkan ke bagian subdit III. Hanya saja belum ada pemanggilan terhadap Hamid Rahayaan,” beber ketua LSM Nanaku Maluku Usman Bugis kepada koran ini, Rabu (25/4).
Menurut dia, kepolisian harus menyikapi dugaan pemalsuan ijazah oleh Plt Walikota Tual karena sangat mencederai dunia pendidikan di Maluku. Hamid diketahui memiliki ijazah MTs di Negeri Mastur.

Padahal, kata dia, berdasarkan pengakuan pihak sekolah, Hamid Rahayaan tidak pernah mengikuti proses pendidikan di sekolah tersebut. “Saudara Hamid Rahayaan ini diduga melakukan pemalsuan ijazah Mts Negeri Mastur. Sesuai pengakuan kepala sekolah, Kadir Matdoan, yang bersangkutan pernah mendatangi beliau dan menyodorkan sejumlah berkas ijazah diminta untuk ditandatangani untuk keperluanya maju sebagai calon anggota DPD RI, dan beliau menandatangi ijazah tersebut tahun 2017 lalu,” jelasnya.

Dia menegaskan, apabila laporan yang dilayangkan ini tidak disikapi secara serius, mereka akan menduduki lembaga kepolisian dan pemerintah daerah dengan melakukan aksi demonstrasi. ” Sangat jelas ini mencederai dunia pendidikan di Maluku bila tidak disikapi dengan serius. Kalau belum juga ditindaklanjuti, kami akan lakukan aksi besar-besaran di kantor Polda Maluku dan kantor gubernur minta untuk sikapi kasus ini dengan serius,” ancam Usman Bugis.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Mohammad Roem Ohoirat yang dikonfirmasi Ambon Ekspres memastikan, proses pengusutan kasus tersebut, saat ini tengah ditelusuri penydik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). “Direktur Reskrimum (Kombes Pol Gupuh Setiyono) telah memerintahkan anggotanya untuk ke Tual. Tim sementara berada di Tual melakukan penyelidikan tentang kasus tersebut. Jadi, laporan itu sudah ditindaklanjuti. Laporanya di Polres Tual, tetapi karena terkait terlapornya adalah plt walikota sehingga dilimpahkan ke Polda Maluku untuk ditangani,” kata Ohoirat. (ERM)

Most Popular

To Top