Bahas Isu Kemiskinan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Bahas Isu Kemiskinan

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Tiga pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku membahas persoalan pendidikan, kesehatan dan kemisikinan serta pengangguran di Maluku yang harus perangi sesuai visi misinya. Pembahasan tersebut berlangsung di acara dialog publik yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Unpatti, di Gedung Siwalima, Sabtu (28/4).

Dialog bertemakan optimalisasi sumberdaya manusia Maluku dalam rangka pembangunan Maluku berkelanjutan.
Pasangan Said Assagaff-Andreas Rentanubun mendelegasikan Temmy Talaohu untuk menyampaikan program-program lanjutannya.

Sedangkan pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno, di wakili langsung oleh Barnabas Orno. Sementara pasangan Herman Koedoebeon -Abdulah Vanath diwakili Bito Temmar.

Orno dalam kesempatan itu mengatakan, banyak indikator yang menjadi faktor terjadinya kemiskinan di Maluku. Salah satu yaitu kurangnya lapangan pekerjaan yang disediakan Pemprov Maluku 5 tahun terakhir. Hal ini menimbulkan terjadinya peningkatan jumlah pengangguran di masyarakat.

Selain itu, kata dia, untuk masalah kesehatan banyak rumah sakit yang belum diperhatikan, terutama ditingkat kabupaten/kota. Perhatian pemerintah kepada masyarakat juga belum maksimal untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

Bahkan, RSUD dr M Haulussy juga dianggap tidak layak sebagai rumah sakit rujukan provinsi. Kondisi ini, kata Orno, membuat Maluku saat ini ditetapkan sebagai provinsi termiskin ketiga di Indonesia. “Peningkatan kemiskinan tidak akan teratasi, jika masyarakat tidak diberikan sumber kehidupan yang layak melalui lapangan kerja oleh pemerintah untuk menghasilkan uang. Ini yang menjadi masalah bagi kita di Maluku lima tahun terakhir. Termasuk juga masalah kesehatan,” ujar Barnabas.

Bupati Maluku Barat Daya (MBD) ini menegaskan, Maluku sangat terkenal dengan luas laut yang begitu besar. Hasil ikan hingga ratusan ton. Namun, selama ini yang dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mensejahtrakan masyarakatnya sangat minim. ‘’Semua ini belum terealisasi secara maksimal. Dan kami dari pasangan BAILEO berkomitmen jika dipercayakan masyarakat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku saat pemilihan nanti, kami akan memperjuangkan masalah ini,” tandas Orno.

Sementara itu, Bito Temmar menegaskan, problem sosial di Maluku sangat kompleks. Tidak hanya kemisikinan, kesehatan dan pendidikan, tetapi banyak lagi yang belum diperhatikan secara baik oleh pemerintah provinsi.

Untuk pendidikan, kata dia, masih banyak sekolah yang belum diperhatikan terutama di kabupaten perbatasan. Termasuk persoalan kekurangan tenaga guru, dan kesehatan yang masih minim.
Mantan Bupati MTB ini menambahkan, persoalan kemiskinan masih menjadi perhatian. Sebab, untuk Maluku diketahui ada tiga sampai empat keluarga tinggal dalam satu rumah. Tentu ini masalah, yang dilatar belakangi oleh masalah ekonomi. “Dengan kondisi seperti ini, maka saya ingin sampaikan buat kita semua, bahwa kita butuh pemimpin yang bisa bekerja dan melihat semua masalah kesenjangan di Maluku. Untuk itu, ,ari pilihlah pemimpin yang membanguan tanpa sistem, dan pemimpin yang didukung oleh rakyat,” tegas Bito.

Temmy Talaohu membantah bila 5 tahun terakhir Maluku tidak mengalami kemajuan. Menurut dia, selama ini prestasi Said Assagaff sangat menakjubkan ketika menjabat Gubernur Maluku. Dimana persoalan kemiskinan makin menurun, hubungan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas sangat baik.

Bahkan untuk pendidikan, pemerintah telah memberikan beasiswa gratis kepada putra putri Maluku yang berprestasi untuk sekolah ilmu pertambangan dalam menjemput operasinya Blok Masela.
Menyangkut kesehatan, lapangan kerja maupun masalah perekonomian perikanan dan kelautan, kata dia, semua telah diperhatikan. Nasib nelayan juga turut diperhatikan.

Meski ada yang belum sempat diselesaikan, kata dia, namun sudah dimasukkan sebagai visi misi pasangan SANTUN untuk dijadikan sebagai program lanjutan ketika terpilih sebagai Gubernur Wakil Gubernur Maluku periode 2018-2023. “Kan semua orang telah melihat bagaimana perkembangan Maluku saat ini. Membangun daerah tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi dilatari dengan keterbatasan anggaran. Ini yang menjadi kendala. Meski demikian, banyak yang sudah dilakukan kepada masyarakat. Visi misi pasangan SANTUN kedepan, kata dia, adalah terus berupaya untuk memperbaiki program yang belum terselesaikan sebagai program lanjutan. Dan juga program tambahan lainnya,” pungkas Talaohu. (WHB)

Most Popular

To Top