Tarung Ulang AV Versus MK – Ambon Ekspres
Politik

Tarung Ulang AV Versus MK

AMEKS ONLINE, AMBON.—Pengaruh Abdullah Vanath (AV) dan Mukti Keliobas (MK) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) masih kuat. Keduanya akan adu kuat untuk mempeorleh suara Pilgub Maluku 2018.

MK dan AV beradu dalam konteks Pilgub, namun dengan kapasitas berbeda. MK, bupati dan Ketua DPD Partai Golkar SBT, akan bekerja keras mendulang suara untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff-Anderias Rentanbun (SANTUN).

Sedangkan AV, merupakan calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Herman Adrian Koedoeboen. Pasangan dengan akronim HEBAT (Herman-Vanath) ini maju lewat jalur perseorangan atau independen.

Menurut analis politik, M Jais Patty, AV memiliki pengaruh lebih kuat daripada MK. Ini disebabkan, dukungan terhadap AV mencakup sebagian pemilih rasional, dan dominasi pemilih emosional.
Pengaruh dominan AV ini akan menyumbang suara signifikan bagi pasangan HEBAT. Sedangkan kekuatan MK bertumpu pada struktur birokrasi.

“Saya pikir SBT akan menjadi lumbung suara utama bagi HEBAT. Sedangkan SANTUN berikutnya. Tentunya dengan pertimbangan variabel tadi. Secara kultur, HEBAT kental dengan pendekatan emosional ini. Sedangkan SANTUN diuntungkan dengan struktur yang dipegang oleh SANTUN,” kata Jais kepada Ambon Ekspres, Senin (14/5).

Namun, bagi pengamat politik Johan Tehuayo, MK yang memiliki pengaruh lebih dari AV. Sebab, terdapat tiga keunggulan sekalius dari MK, yakni tokoh masyarakat dan simbol adat, Ketua DPD Partai Golkar dan Bupati SBT.

Dalam kapasitanya sebagai tokoh adat, MK berpotensi menyerap suara pemilih tradisional dan emosional meski tidak signifikan karena faktor AV. Saling rebut pemilih tradisional akan terjadi antara MK dan AV.
“Memang terjadi pertarungan pengaruh di SBT, karena pak Vanath dan Mukti adalah putra SBT. Artinya, kalau ada perbedaan pengaruh sangat tidak signifikan,” ujar Tehuayo.

Sementara itu, Partai Golkar sebagai perangkat politik MK juga akan bekerja. Baik secara internal maupun bersinergi dengan dua parpol koalisi lainnya, PKS dan Demokrat.
“Mukti diuntungkan dengan kekuatan politik kekuasaan di pemerintahan. Tentu, tidak dilakukan secara terbuka, namun cara-cara yang dianggap tidak melanggar aturan,” paparnya.

Sedangkan para pemilih rasional di luar maupun di dalam pemerinahan, akan menyandarkan pilihan berdasarkan kinerja MK selama memimpin SBT, maupun Assagaff memimpin Maluku. Keberhasilan kinerja dapat ditelisik lewat keperbihakan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) bagi pembangunan di SBT.

Pasangan SANTUN akan memperoleh suara dominan, bila dianggap berhasil. Begitu sebaliknya. Mengingat hal itu, menurut Tehuayo, Assagaff melakukan penetrasi kebijakan yang memihak, bahkan datang langsung ke beberapa desa di SBT untuk meyakinkan masyarakat dalam momentum kunjungan kerja.

“Kelompok pemilih rasional akan melihat aspek kinerja dari pak Assagaff sebagai calon gubernur. Sedangkan, pengaruh MK sebagi bupat, itu dilihat dari kinerja MK dan keberhasilan pembangunan daerah yang dilakukan selama ini di SBT,” jelas dosen ilmu politik dan adiministrasi, Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pattimura (Unpati) itu.
PENGARUH ETNISITAS

Di sisi lain, pemilih sosiologis AV masih mengakar. Tipe pemilih ini mendasarkan pilihan politiknya pada aspek etnisitas atau suku.

Sebagai representasi dari tokoh seram dalam panggung Pilgub kali ini, kata Tehuayo, kemungkinan besar Vanath dan Herman akan meraup suara signifikan. Bukan hanya di SBT, tetapi juga di Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat.

“Ini yang yang terjadi di SBT. Pertarungan loyalitas primordilsme dan keberhasilan pembangunan atau kinerja dari kepemimpinan MK dan kepempinan SA (Said Assagaff). Jadi, bergantung persepsi masyarakat terhadap faktor-faktor itu,” pungkas Tehuayo. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top