Bantah Pemotongan ADD Untuk Pesparawi – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Bantah Pemotongan ADD Untuk Pesparawi

AMEKS ONLINE, AMBON.–Kasus dugaan korupsi pemotongan dana ADD sebesar 1,5 persen di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kini diselidiki Polres setempat. Sejumlah pihak sudah dimintai keterangan, termasuk Bupati SBB Moh Yasin Payapo.

Pemotongan dana 1,5 persen diduga mengalir untuk kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Maluku di SBB pada Oktober 2017 lalu. Namun, sebagian pihak mengaku itu tidak benar.
Hal serupa juga dibantahkan Kepala Sub Bidang Pemberdayaan Kabupaten SBB, Emile Lestemia. Menurutnya, apa yang diberitakan dirinya terkait dengan pengakuan bahwa pemotongan dana 1,5 persen berdasarkan SK Bupati itu adalah tidak benar.

“Jadi ingin saya sampaikan, bahwa tidak ada pernyataan yang keluar dari mulut saya terkait dengan pemotongan dana 1,5 persen untuk mensukseskan Pesparawi. Rapat dengan Komisi A DPRD tidak ada satu pernyataan seperti demikian,” tegas dia dalam rilisnya kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Menurutnya, apa yang disampaikan dalam rapat dengan Komisi A DPRD SBB itu berupa tanggapan. “Tanggapan saya saat itu adalah, terjadi pengurangan anggaran karena rasionalisasi dari anggaran pusat sesuai dengan dikeluarkan Polres Nomor 86 tahun 2017 tentang rincian APBN Tahun 2017. Berdasarkan Polres tersebut perlu rasionalisasi anggaran di daerah. Sehingga ADD juga berdampak terhadap rasionalisasi anggaran tersebut, ” jelas dia.

Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap agar apa yang diberitakan terkait dengan pengakuan tidak mendasar itu dapat di benarkah sesuai fakta. “Saya harapkan seperti itu. Karena, tidak ada pernyataan seperti yang saya keluarkan dalam pertemuan tersebut,” tandas Emile.

POLISI USUT PEMOTONGAN ADD SBB

Seperti diketahui, Polres SBB menyelidiki dugaan korupsi pemotongan alokasi dana desa 10 persen. Pemotongan dilakukan terhadap 92 desa di SBB. Pemotongan itu diduga berdasarkan surat keputusan Bupati Mohammad Yasin Payapo.

Pemotongan dilakukan untuk mensukseskan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Maluku di SBB Oktober 2017 lalu. DPRD SBB sudah melakukan pertemuan dengan pemerintah beberapa hari lalu.
Anggota DPRD SBB, Ismail Marasabessy mengaku melalui paripurna nanti akan di bahas soal pemotongan tersebut. Apabila itu benar, maka akan dijadikan sebagai temuan.

“Kita akan cari. Kalau itu ada, maka akan jadi temuan, dan bersifat rekomendasi untuk kemudian kita serahkan ke polisi atau kejaksaan,” tegas Marasabessy kepada wartawan beberapa waktu lalu. (NEL)

Most Popular

To Top