Ngaku Perwira, Tipu Casis Polri – Ambon Ekspres
Hukum

Ngaku Perwira, Tipu Casis Polri

SAHDAN FABANYO/AMEKS GREBEK Ditreskrimum Polda Maluku berhasil menangkap satu pelaku penipuan terhadap peserta seleksi penerimaan Bintara Polri yang merugikan puluhan juta rupiah, Kamis (24/5), kini pelaku di amankan di Mapolda Maluku.

AMEKS ONLINE, AMBON.—Kasus penipuan dengan iming-iming meloloskan calon siswa (casis) Polri kembali terjadi. Kali ini pelaku diketahui bernama Leonardo Beruatwarin.
Pria 56 tahun ini berhasil meraup ratusan juta rupiah dengan mengiming-imingi korban untuk lolos menjadi anggota Polri. Dengan berbekal postur tinggi dan tegak, dia mengaku sebagai seorang perwira polisi.

“Pangkatnya” cukup tinggi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Kepada keluarga korban, perwira menengah gadungan ini mengaku bisa meloloskan siapa saja menjadi anggota Polri, tentu dengan bayaran yang sesuai.

Sepak terjang pelaku berakhir setelah petugas Ditreskrimum Polda Maluku menciduknya di salah satu penginapan di Kota Ambon, Rabu (23/5). Ini setelah korban melaporkan perbuatan pelaku pada 30 April 2018 lalu. Saat diciduk, pelaku sementara bersama isteri dan anaknya.

Kini Leonardo harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia meringkuk dalam tahanan Mapolda Maluku guna menjalani proses hukum. Secara resmi, Leonardo sudah menyandang status tersangka.
Direskrimum Polda Maluku Kombes Pol Gupuh Setiyono mengatakan, Leonardo menipu dua orang korban. Uang yang berhasil diraup senilai Rp 250 juta. Korban bernama Jalaludin asal Maluku Tengah, dan Rafli Besan asal dari Pulau Buru.

Dikatakan, korban dan keluarga mengenal tersangka dari salah satu kerabat mereka yang berada di Ambon, bernama La Idris. “Saat pertemuan, tersangka mengaku sebagai anggota Polri berpangkat AKBP, dan berdinas di Polda Maluku,” tandas dia kepada wartawan di Mapolda Maluku, Kamis (24/5).
Perkenalan La Idris dengan tersangka tidak sampai disitu. Dipertemuan berikutnya, tersangka berhasil memperdayakan dan meyakinkan La Idris bahwa dirinya bisa membantu meloloskan orang yang ingin menjadi anggota Polri.

La Idris tertarik dengan akal bulus tersangka. Dia kemudian meminta bantuan tersangka untuk membantu meloloskan keponakannya menjadi anggota Polri.
Tidak hanya La Idris, dalam petemuan berikutnya, juga ada La Ridonal juga meminta bantuan yang sama kepada tersangka. Dua korban ini kemudian menyerahkan uang kepada tersangka sebesar Rp 250 juta. Rinciannya, La Idris bersama ibu kandung Jalaludin menyerahkan Rp 140 juta, sedangkan La Ridonal bersama ibu Zainab Renyaan menyerahkan Rp 110 juta. Uang dibayar tunai.

Ternyata, dalam seleksi, dua korban ini tidak lolos. Pihak korban kemudian menghubungi tersangka, namun tidak bisa karena nomor kontak sudah tidak aktif lagi. ‘’Karena merasa tertipu, keluarga korban kemudian mengadu ke Polda Maluku. Dan setelah diselidiki, tersangka diketahui bukan anggota Polri. Tersangka kemudian ditangkap di Guest House 88 Mangga Dua. Saat itu dia bersama seorang wanita bernama Helen serta seorang bayi,” jelasnya.

Dari tangan tersangka, sejumlah barang bukti diamankan. Diantaranya telepon genggam, sim card, kartu memori, buku tabungan Bank BRI beserta ATM BRI. Tersangka juga mengakui perbuatannya. Uang hasil penipuan juga sudah dihambur-hamburkan di tempat hiburan malam.

“Pengakuan tersangka, ini baru pertama kali dilakukan. Namun, kita masih menyelidikinya lagi apa benar seperti disebutkan. Pengakuanya dia juga seorang wiraswasta, tatapi usaha kita belum tahu. Masih diselidiki,” akuinya.

Dengan kejadian ini, dia berharap masyarakat lebih berhati-hati dengan modus penipuan tersebut. “Perlu kita sampaikan agar masyarakat lebih waspada lagi dengan modus penipuan seperti ini. Jangan sampai menjadi korban,” pesannya.

Atas perbuatan yang dilakukan, tersangka Leonardo dijerat pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun dan pasal 5 Jo pasal 2 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun.

Tersangka saat ditanya wartawan mengaku sebagian uang dari hasil penipuan itu juga dihambur-hambur di tempat karaoke. Dia mengaku terobsesi melakukan penipuan karena sering bergaul dengan anggota polisi. “Iya, sebagian uang juga saya gunakan bersenang-senang di karaoke. Saya melakukan penipuan juga karena memang saya sering bergaul dengan polisi. Dari situlah keinginan saya melakukan penipuan tersebut. Ini yang pertama kali saya lakukan,” akui tersangka.(ERM)

Most Popular

To Top