Penganiaya Anak Divonis 1,6 Tahun – Ambon Ekspres
Kriminal

Penganiaya Anak Divonis 1,6 Tahun

ilustrasi Anak/net

AMEKS ONLINE, AMBON— Fredek tak menyangka, gara-gara puntung rokok dia harus divonis satu tahun dan enam bulan penjara. Pria 37 tahun ini dituduh menganiaya SIP. SIP masih dibawah umur. Majelis hakim menilai, tindakan Fredek tak bisa dibenarkan secara hukum.

Sidang dipimpin oleh majelis hakim, yang diketuai Herri Setiabudi didampingi Lucky Rombot Kalalo dan Esau Yarisetouw selaku hakim anggota. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Marnex F. Salmon dan Noke Pattiradjawane.

Tindakan Fredek diancam pasal 80 ayat (1) Undang – Undang RI Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Kasus penganiayaan terjadi pada 31 Maret 2018 sekira pukul 12.30. Lokasinya didalam kos – kosan. Kos-kosan itu milik keluarga Tahya, di Hative Kecil, Kecamatan Sirimau.

Fredek punya anak bernama Kristopel. Kristopel dekat dengan SIP. Keduanya tinggal satu kompleks dan hidup bertetangga. Hari itu, SIP sedang bermain didalam kost – kosan milik keluarga Tahya. Dia tak sendiri. Dia bersama sejumlah temannya.

Disaat bermain, ada seorang penghuni kost menyuruh SIP membuang puntung rokok didepan pintu. Saat Kristopel hendak masuk rumah, puntung rokok mengena kakinya. Kristopel marah. Dia langsung menendang SIP. SIP pun membalasnya.

Kristopel keluar dan pulang ke rumahnya. Kristopel melaporkan apa yang dilakukan SIP kepadanya. Fredek rupanya terpengaruh cerita anaknya. Fredek langsung datang ke kos – kosan tersebut sambil memegang ranting pohon pepaya.

“Kanapa ose menendang Kristopel,” tanya Fredek kepada SIP. “Karna dia menendang beta,” jawabnya polos. Mendengar jawaban SIP, Fredek langsung memukul korban berkali – kali menggunakan ranting pohon pepaya. Tak puas, Fredek memukul SIP menggunakan kedua tangannya, sambil menendang korban.

Dua saksi sempat menghalangi atau memisahkan SIP dari Fredek. Usai memukul Steven, Fredek mengatakan, ” Ambel korek api, beta mau bakar dia hidup-hidup. “Fredek tak menemukan korek api. Dia langsung pergi meninggalkan Steven. (M2)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top