Pegawai BKPM Dipaksa Tandatangan Peserta Fiktif – Ambon Ekspres
Hukum

Pegawai BKPM Dipaksa Tandatangan Peserta Fiktif

Ambon, ameksOnline.- Untuk mendapatkan dana lebih dari alokasi anggaran kegiatan, selalu ada cara yang dilakukan oknum di pemerintahan. Di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Maluku, para pegawai dipaksa menandatangani daftar hadir.

Cilakanya, para peserta ini fiktif. Sejumlah nama keluarga pegawai dimasukkan dalam daftar kegiatan di Panti Asuhan. Pegawai kan cuma 66 orang, tapi dipaksa untuk menggenapkan tanda tangan hingga 300 orang peserta. Nah, pegawai itu diminta mengisi nama orang lain yang bukan pegawai,” kata sumber ameksOnline.

Awalnya Dana yang di terima setiap kali turun Lapangan di panti Asuhan sebesar Rp350 ribu, namun atas kesepakatan bersama dengan pimpinan, uang yang diterima Pegawai dipotong menjadi Rp300 ribu. Alasannya, uang Rp50 ribu itu di jadikan dana Saving yg akan dibagikan pada saat akhir tahun.

“Namun sampai dengan yang disepakati, dana itu tak kunjung dibagikan. Informasi Yang di berikan Kepala Pelayanan Helda Raubun, mengatakan dana saving telah digunakan untuk membeli Pot, bunga, dan kegiatan Lomba kebersihan,” kata salah satu pegawai mengutip apa yang disampaikan Helda.

Keterangan ini memancing reaksi dari pegawai. Dana Saving tersebut tidak digunakan sesuai kesepakatan awal. Seorang pegawai, lewat akun facebooknya mengungkapkan adanya ketidakberesan tersebut.

Kepala BKPM yang coba dikonfirmasi masalah ini selalu menghindar. Pegawai yang ditemui mengaku, kepala BKPM sedang tidak berada di ruangan.(Upi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top