DD Liliboy Tiga Tahun Disunat

by

Ambon, ameksOnline.- Persoalan ADD dan DD kembali mencuat. Kali ini di Negeri Liliboi, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah yang menjadi target Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Dugaan korupsi ADD dan DD sejak 2016-2018 diduga diselewengkan oleh pemangku kepentingan di Negeri tersebut. Raja Liliboi, Oralius Kastanya yang jadi target penyelidikan lembaga baju coklat tersebut.

Penggunaan Dana Desa mulai dari tahun 2016, 2017 dan 2018 sampai dengan saat ini banyak terjadi penyelewengan. Dimana, pada tahun 2016 diduga telah terjadi penyelewengan DD melalui proyek-proyek di negeri tersebut.

Untuk tahun 2016, pengadaan 4 unit Motor Tempel dan Longboat yaitu dengan harga pengadaan Rp. 208.000.000,- ( Harga 1 unit Motor Tempel dan Longboat Rp. 52.000.000,-). Sedangkan harga pasaran 1 unit Motor Tempel dan Longboat dengan spesifikasi yang sama adalah Rp. 35.000.000,-

Proyek pembuatan tempat permandian, tidak diketahui dengan pasti besar anggaran. Namun, yang diketahui biaya kerja Rp. 25.000.000,- sedangkan total matrial yang digunakan yaitu Pasir 4 ret (Rp. 2.000.000,-), batu kerikil 2 ret (Rp. 1.000.000,-), semen 20 sak (Rp. 1.400.000,-), besi 8 20 stap (Rp.1.400.000,-).

Dari data ini, ada selisih biaya kerja dan biaya material sangat jauh berbeda, sedangkan perbandingan biaya kerja adalah 30 persen dari anggaran pembangunan.

Untuk tahun 2017, proyek pengadaan  3 unit Motor Tempel dan Long Boat dengan harga Rp. 156.000.000,- ( harga 1 unit Motor Tempel dan Long Boat Rp. 52.000.000,-) harga di pasaran dengan spesifikasi yang sama 1 unit Motor Tempel dan Long Boat Rp. 35.000.000,-

Pengadaan Tenda Pesta ukuran 4 x 6 sebanya 2 unit dengan harga Rp. 52.000.000,- Harga pasaran/standart dari Tenda Pesta dengan spesifikasi yang sama yaitu Rp. 8.000.000,-

Pembangunan WC umum sebesar Rp. 9.000.000,-. Pekerjaan pembanguna WC Umum adalah pekerjaan rehab closed 2 buah Rp. 500.000, Kramik 20 cm 12 dos Rp. 600.000, semen 3 sak Rp. 210.000,-, bak fiber 2 buah Rp. 1.000.000,-, zenk 2 lembar Rp. 110.000,-, triplek 2 lembar Rp. 110.000,-, biaya kerja 3 orang Rp. 2.250.000,-, dan diperkirakan total Dana yang di perguna Rp. 4.780.000,-

Selain itu, anggaran pemeliharaan Lapangan sepak bola Rp. 11.000.000,- , perlu dipertanyakan karena 1 tahun sekali dilakukan pemotongan rumput, itupun kalau akan ada kegiatan.

Sedangkan, untuk Anggaran Dana Desa tahun 2018, proyek pengadaan pembangunan kantor Desa negeri Lilibooi sebesar Rp. 197.505.000,-. Diperkirakan total material yang digunakan, semen 200 sak : Rp. 14.000.000,-, pasir 15 ret Rp. 7.500.000,-, batu pica 8 ret Rp. 6.400.000,-, batu kali 15 ret Rp. 7.500.000,-, besi 12 150 stap Rp. 15.300.000,-, biaya pekerja 30% dari total biaya pembangunan yaitu Rp. 59.000.000,-. Yang dibayarkan kepada pekerja Rp. 45.000.000,- dengan alasan anggaran sudah habis. Total biaya Material dan biaya pekerja Rp. 95.700.000,-.

Proyek Sarana penerangan jalan sebesar : Rp. 30.480.000,-.
Bapak bisa lihat situasi kampung kalau malam, kalau memang dana tersebut digunakan dengan baik, pasti jalan-jalan di dalam kampung diteringi lampu.

Pembangunana Jalan Rabat Beton kurang lebih 300 meter sebesar Rp. 169.190.000,-. Dalam pelaksanaannya, ternyata hanya renopasi/rehap, bukan pembangunan baru. Belum diketahui berapa banya material yg digunakan.

(4) Pembangunan selokan sebesar Rp. 23.430.000,- dengan keterangan, Pasir 2 ret Rp. 1.000.000,-, Batu kali 1 ret Rp. 1.000.000,-, semen 10 Rp 700.000,-, biaya kerja 4 orang RP. 4.000.000,-

Ada juga bantuan rehab rumah tidak yalak Rp. 92.522.000,-. Dana rehap rumah dianggarkan untuk 7 org, namun pelaksanaan dilapangan sampai dengan saat ini baru terlaksana 5 org dengan memberikan material yg dibutuhkan.

Peningkatan Kapasitas KPN perangkat dan Saniri sebesar Rp. 21.120.000,-. Pelaksanaan Peningkatan KPN Perangkat dan Saniri ternya sampai dengan saat ini tidak perna dilakukan.

Pelayanan Kesehatan sebesar Rp. 77.970.000,-. Selama 2018 pelaksanaan pelayanan kesehatan tidak perna dilakukan ditenga-tengah masyarakat.

Penyertaan Modal untuk BUMNegeri sebesar Rp. 30.013.383,-. BUMNegeri dari tahun 2018 sampai dengan saat ini sudah tidak berjalan lagi. BUMNegeri juga diketuai oleh seorang anggota Polisi yg masih aktif berdinas.

Dugaan penyelewengan uang rakyat ini, tdalam telaah Kejati Maluku. Namun, Kejaksaan memastikan akan mengusutnya setelah Pemilu.

“Ya, laporanya sudah masuk. Dan dalam telaahan. Dipastikan setelah pemilu baru dilakukan penyelidikan. Kasus ini dilaporkan oleh masyarakat, melalui bidang Intel,” ucap sumber koran ini dilingkup Kejati Maluku, siang ini. Sembari menyebut Raja Negeri Liliboi sebagai terlapor dalam laporan itu. (NEL)