Unpatti Kaji Tapal Batas

by

Ambon, ameksOnline.- Tapal batas menjadi masalah serius yang hingga kini belum ditemukan ujung solusinya. Perdebatan antar region menjadi diskusi konstitusional. Meski tidak mengemuka, namun tetap perlu dicari langkah-langkah solutif.

Terkait masalah ini, Pusat Kajian Konstitusi, Fakultas Hukum Universitas Pattimura Ambon baru-baru ini  melakukan kajian soal perbatasan Negara sebagai manifestasi Kedaulatan Negara. Ini dinilai sangat penting dan krusial.

“Indonesia, merupakan negara kepulauan. Batasannya lebih banyak laut. Sehingga, kita harus serius menangani tapal batas perbatasan. Baik dari bagian Indonesia Barat maupun Indonesia Timur,” kata  Rektor Unpatti, Marthinus Johanes Saptenno.

Dia mengaku, permasalahan mengenai tapal batas perbatasan sampai saat ini secara komprehensif belum selesai dengan baik. “Kajian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada pemerintah daerah maupun pusat, tentang bagaimana mengelola perbatasan dengan baik dan lebih terarah,” kata dia, kepada ameksOnline.

Ketua pusat kajian konstitusi, DR. RH Hendissa, mengaku, soal perbatasan, menjadi diskusi utama konstitusi. Ini penting agar tidak salah arah. “Seluruh stakeholder dilibatkan. Sgar pemahaman dan pencapaian yang telah dilakukan selama ini dapat ditularkan kepada masyarakat umum, ” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, masukan dari hasil kajian konstitusi mengenai perbatasan negara sebagai manifestasi ini, dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan  pemerintah dalam menentukan tapal batas sesuai dengan yang ditentukan oleh para ahli. (PRO3)