Jaksa Periksa 2 Saksi Terkait Pastori Waai

by

Ambon, ameksOnline.- Kejaksaan Tinggi Maluku mulai memeriksa sejumlah orang terkait dugaan korupsi pembangunan Pastori Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Ada dua saksi yang sudah menjalani pemeriksaan.

Pemeriksaan dilakukan sejak Kamis (20/6). Dua orang yang diperiksa, adalah Ketua Majelis Jemaat GPM Desa Waai, dan ketua panitia pembangunan Pastori Waai. “Ketua Jemaat dan ketua panitia diperiksa Kamis,” ungkap sumber ameksOnline di Kejati Maluku sore tadi.

Ketua jemaat ditanyai terkait sejumlah uang yang diterima. Informasi Kejati, uang itu diserahkan oleh anggota DPRD Maluku Wellem Wattimena. Namun dia membantahnya. Dia bahkan dipaksa menandatangi kwitansi dengan nominal Rp900 juta.

“Jadi rupanya bukan hanya Rp650 juta, tapi Rp900 juta, berdasarkan hasil pemeriksaan. Keduanya diperiksa dua jaksa penyidik berbeda. Jaksa menanyakan sejumlah pertanyaan kepada dua saksi, diantaranya aliran dana ke Wellem Wattimena.

Pemeriksaan masih akan dilakukan pekan depan terhadap sejumlah saksi. Saksi yang akan diperiksa, termasuk asisten pribadi maupun kerabat WW yang ikut menerima dana hibah melalui panitia.

Badan Pemeriksa Keuangan RI dalam pemeriksaan terkait penggunaan dana Hibah pembangunan Pastori IV GPM Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, menemukan aliran dana sebesar Rp650 juta ke anggota DPRD Maluku asal Partai Demokrat, WW.

Dana itu tidak diterima langsung oleh WW. Panitia pembangunan Pastori menyerahkan uang itu melalui dua orang. Tahap pertama dan kedua uang diserahkan kepada asisten pribadi WW, berinisial ML. Sementara penyerahan tahap ketiga, diserahkan melalui saudaranya WW, SM.

Penyerahan juga dilakukan tiga tahap. Tahap pertama, panitia menyerahkan uang sebesar Rp150 juta, pada tanggal 5 Juni 2018. Tahap kedua kembali diserahkan pada tanggal 21 Juni 2018 sebesar Rp200 juta. Sedangkan tahap ketiga diserahkan pada tanggal 31 Januari 2019.

Dalam laporan hasil audit BPK yang dikantongi ameksOnline, juga dirincikan hasil pemeriksaan terhadap WW. Dalam pemeriksaan, anggota DPRD Maluku itu, mengaku menerima dana bantuan hibah pembangunan Pastori sebesar Rp650 juta. Anehnya, bukan dibangun Pastori, dia justeru mengalihkan dana ini untuk pembangunan kantor Jemat GPM Waai.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Maluku mulai mengorek kasus dugaan korupsi pembangunan Pastori IV GPM Waai, Kabupaten Maluku Tengah. Rencana pengumpulan bukti sedang dilakukan. “Kami mulai mengumpul bukti. Sejumlah orang akan diperiksa,” kata sumber ameksOnline di Kejati Maluku.

Siapa yang bakal diperiksa, sumber ini mengungkapkan, selain panitia pembangunan Pastori, mereka juga akan memeriksa beberapa orang dari Pemerintah Provinsi Maluku. “Karena dananya dari pemerintah provinsi, ya mereka juga kita periksa,” pungkas dia.(yan)