Tim Rekomendasikan Kapolres Malteng Disanksi

by

Ambon, ameksOnline.- Tim bentukan Irwasda Polda Maluku merekomendasikan kepada Kapolda Maluku unto menjatuhkan sinks kepada Kapolres Maluku Tengah. Ini setelah ditemukan adanya bukti yang mendukung laporan dugaan penyalagunaan dana Mantab Brata Siwalima 2018. Dugaan pemotongan terjadi  pada pembiayaan tiga tahapan pemilu.

Tiga tahapan itu, masing-masing kampanye, pemungutan suara, dan perhitungan suara. Dari dokumen yang diterima ameksOnline, tim juga menemukan, dalam pendistribusian anggaran untuk tahap pengamanan lanjutan, dan tahap pemungutan suara ulang (PSU), dukungan anggaran yang diterima personil pengamanan tidak sesuai dengan indeks Polri yang sudah ditetapkan.

Tim juga menemukan dalam pemeriksaan personil Polres Malteng, saat pelaksanaan pengamanan Pemilu di TPS mereka tidak diberikan bekes (bekal kesehatan) berupa obat-obatan, vitamin dan tahan tubuh. “Sebanyak 34 Personil Polres Malteng yang melaksanakan pengamanan di TPS tidak menerima dukungan anggaran,” tulis tim ini dalam laporan.

Dalam bocoran laporan itu, sejak Januari hingga April 2019, Kapolres Malteng AKBP R Arhur E Simamora memerintahkan Kasikeu/Bensatker Ipda Christian Titalessy untuk melakukan pemotongan anggaran operasi Mantab Brata Siwalima 2019 dari personil yang menjalankan tugas pengamanan.

Perintah pemotongan anggaran operasi Mantab Brata Siwalima 2018 hanya pada tahapan kampanye mencapai Rp496.976.000. Dari hasil investigasi ditemukan ada penyalagunaan dana Mantab Brata hingga mencapai total Rp597.449.000

Rekomendasi dari tim yang terdiri dari AKBP Denny Nanlohy, AKP Umar Bamatraf dan Yorgen Romrainy, meminta Kapolres memerintahkan Kasikeu / Bensatker membayar 34 personil yang diperintahkan melakukan pengamanan di TPS sebesar Rp16.524.00. Kapolres juga harus memerintah penyaluran obat-obatan dengan anggaran Rp5.841.000.

Rekomendasi terakhir tim meminta Kapolda Irjen Royke Lumowa menjatuhkan sanksi kepada Kapolres Malteng AKBP R Arhur E Simamora atas penyalagunaan wewenang. Namun mereka menyerahkan pemberian sanksi kepada Kapolda.

Sebelumnya Kapolda Maluku memerintahkan Irwasda untuk melakukan investigasi atas laporan dugaan penyalagunaan dana operasi Mantap Brata Siwalima 2018 di Malteng. Direktur Irwasda Kombes Sungkono langsung membentuk tim. Tim sudah selesai bekerja sejak 10 Juni lalu.

Kapolres Malteng, AKBP R Arthur L Simamora yang dikonfirmasi ameksOnline menepis diperiksa terkait kasus ini. “Tidak ada tuh. Saya malah nggak tau ada kasus seperti itu,” ungkap dia, ketika ditanyai terkait penyelidikan kasus ini.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Mohammad Roem Ohoirat yang juga dikonfirmasi terkait kasus ini, juga mengaku belum mendapatkan informasi tersebut. Setelah dia melakukan pengecekan, tidak ada informasi pemeriksaan. “Saya sudah cek, tidak ada,” pungkas Ohoirat. (yan)