Aksi Damai Hari Buruh

  • Whatsapp
SAHDAN FABANYO/AMEKS DEMO Memperingati Hari Buruh Internasional puluhan pemuda Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) lakukan aksi Damai di depan Gong Perdamian Dunia, Senin (1/5).

Karena tidak didaftarkan dalam BPJS kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Hal inilah yang sementara menjadi fokus komisi I. Dan kita harapkan dari hari Buruh ini, semua perusahaan bisa mentaati apa yang telah dituangkan dalam undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,” terangnya. Ketua DPC PBB Kota Ambon ini menilai, banyak persoalan yang menimpa para tenaga kerja.

Dimana banyak perusahaan seenaknya melakukan pemecatan terhadap karyawan. Bahkan bisa melepas tanggung jawab jika tenaga kerja mengalami kecelakaan kerja. Seperti yang sementara dibahas komisi I pekan kemarin. Dimana ada pekerja yang harus diamputasi akibat terlambat mendapat pengobatan karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Bahkan perusahaan pun terkesan lepas tangan atas kecelakaan yang menimpa karyawannya. “Ada tenaga kerja yang diamputasi akibat kecelakaan kerja.

Read More

Dan perusahaan terkesan lepas tangan. Namun korban telah menuntut ganti rugi sebesar 70 juta, dan akan disanggupi perusahaan tersebut. Hal inilah yang kita tidak inginkan terjadi bagi pekerja lainnya. Sehingga setiap perusahaan harus mentaati aturan ketenagakerjaan,” ujarnya. Riduan berharap lewat hari Buruh ini, semua perusahaan bisa menyesuaikan seluruh hak-hak tenaga kerja.

Sehingga tidak ada lagi persoalan terkait hak-hak buruh. “Hari Buruh ini, banyak aspirasi yang disampaikan. Dengan harapan, upah dan hak-hak lainnya bisa terbayarkan. Maka ini menjadi perhatian komisi untuk tetap memperjuangkan hak-hak masyarakat, khususnya kaum Buruh di kota Ambon. Jika ada perusahaan yang masih membandel maka akan kita rekomendasikan untuk diberikan sanksi administrasi hingga pencabutan izin usaha,” pesannya. (MG1/SDN/ISL)

Related posts