Said-Andre, Murad-Hendrik ?

  • Whatsapp

PILIH HENDRIK ?
Sementara itu, bakal calon Gubernur Maluku, Murad Ismail juga telah berkomunikasi dengan beberapa bakal calon wakil gubernur. Beberapa bulan lalu, tiga nama menguat, yakni Mercy Chriesty Barends, John Christian Ruhulessin dan Hendrik Lewerissa.

Read More

Mercy merupakan mantan anggota DPRD Maluku dua periode dan saat ini menjabat anggota DPR RI. Politisi perempuan itu lolos ke Senayan dengan meraup 65.166 suara hasil pemilihan legislatif 2014. Sedangkan Ruhulessin, adalah mantan ketua MPH Sinode GPM dan juga tokoh masyarakat Maluku. Sementara Lewerissa, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Maluku dan mantan bakal calon Wakil Gubenur Maluku 2013.

Belakangan nama Barends dan Ruhulessin tenggelam. Ruhulessin sempat mengambil formulir di DPD PDIP Maluku, namun tidak mengembalikan hingga penutupan pendaftaran.
Azis Tunny, tim Murad Ismail memberi sinyal jika Komandan Korps Mabes Polri itu lebih condong memilih politisi sebagai wakilnya. Sebab, figur politisi dinilai dapat mendongkrak elektabilitas Murad.

Tetapi figur saja, lanjut Tunny, bukan faktor atau alasan utama. Hasil survei, demografi politik atau kewilayahan serta kesepakatan partai politik pengusung juga sangat penting serta kenyamanan Murad dengan figur tersebut. “Merekan akan disurvei untuk mengukur popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas dan kepentingan grassgroots (akar rumput). Calon wagub dan pak Murad harus saling melengkapi. Dan semua partai harus menerima. Jadi belum final (dengan Hendrik Lewerissa),” jelas Tunny.

Murad telah meneken kontrak kerjasama dengan Lingkaran Survei Indonesia (LSI)-Denny JA sebagai lembaga konsultan politiknya pada Pilgub kali ini. Mei lalu, LSI telah melakukan survei, namun masih format bakal calon gubernur tunggal atau belum berpasangan. “Kita memang ada data survei, tapi belum kita publis. Data survei sekitar bulan Mei 2017,” kata peneliti LSI Adjie Alfaraby ketika dihubungi Ambon Ekspres, Rabu (12/7).

LSI akan melakukan survei lanjutan pada Agustus atau September. Selain balon gubernur, survei ini juga mengukur popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas kandidat bakal calon wakil gubernur yang akan dipasangkan dengan Murad Ismail.

Untuk gambaran yang kuat, LSI akan melakukan simulasi bakal calon gubernur-wagub. ”Kalau simulasi pasti ada. Biasanya ada simulasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur,” jelas Alfaraby.

Menurut dia, survei bukan faktor tunggal. Sebab, partai politik juga akan mengusulkan nama ke balon gubernur. Kemudian, faktor kenyamanan antara balon gubernur dan wagub. “Disitu nanti ada dinamika di partai. Yang kedua tergantung juga kenyamanan dengan kandidat gubernur kan. Karena satu paket, jadi harus saling melengkapi,” tukas Alfaraby.(TAB)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.