Ruas Jalan Trans Seram Normal

  • Whatsapp

Ambon, ameksOnline.- Meskipun pelaku pembunuhan terhadap Syamsul Lussy (38) belum ditemukan,  namun ruas jalan trans Seram yang diblokir warga Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat itu sudah berhasil dibuka. Akses lalu lintas kembali normal.

Meski begitu, pengamanan oleh aparat keamanan terus ditingkatkan, agar tidak terjadi aksi kriminal lanjutan. “Secara bertahap, mulai dari semalam sampai dengan pagi ini blokir jalan Desa Hualoy-Latu sudah dibuka. Kendaraan sudah bisa lewat. Aparat gabungan TNI Polri masih jaga di TKP dipimpin langsung pak Kapolres SBB,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat kepada Ameks Online, siang ini.

Read More

Menurutnya, tindakan persuasif yang dilakukan pihak kepolisian terus dilakukan dan mendapatkan nilai positif. “Kita upayakan pendekatan  persuasif dengan baik. Sehingga tak menimbulkan hal yang tidak diinginkan lagi. Kita sudah buat pendekatan dengan keluarga korban, dan berharapnya pelaku bisa menyerahkan diri,” jelas dia.

Yang terpenting kata dia, situasi saat ini di dua desa bertetangga sudah mulai kondusif dan, tentunya pengamanan akan terus disiagakan. “Pelaku sudah teridentifikasi. Artinya kita sudah tau, harapnya mereka dapat menyerahkan diri,” tutup dia.

Sebelumnya, warga Hualoy memberikan deadline waktu kepada Gubernur, Pangdam, Kapolda untuk menangkap pelaku pembunuhan. Namun, hingga kemarin, tuntutan mereka belum dipenuhi.

Mereka menuntut dengan tegas, agar pelaku pembantaian Syamsul Lussy warga Hualoy segera ditangkap. Lagi-lagi sampai detik ini, pelaku juga belum ditangkap. Hasilnya, pengecoran beton kembali di lapis dua.

Awalnya, Minggu (5/5) pagi kemarin, warga Hualoy memberikan warning 1 kali 24 jam pelaku harus ditangkap, namun tidak. Kali ini, mereka kembali melakukan pengecoran jalan jarak 1000 meter dari beton awal, dengan harapan tuntutan mereka dipenuhi.

Senin, (6/5)  siang, warga hualoy melakukan perlawanan terhadap aparat keamanan TNI/Porli yang bertugas disana. Saat itu, mereka hendak ingin membongkar pengecoran beton tersebut. Namun, dilawan oleh warga. Warga memberikan waktu hingga pelaku pembantaian Syamsul Lussy dengan tragis itu ditangkap.

“Tadi siang (kemarin-red) tiba-tiba aparat keamanan masuk dan ingin membongkar beton tersebut, dan dilawan oleh warga. Warga mengusir aparat kemanan, dan kembali membuat pengceoran beton baru dengan jarak 1000 meter dari beton awal. Jadi skarang sudah dilapis dua. Ini merupakan bentuk kekeksalan warga terhadap aparat kemanan yang belum menjawab tuntutan mereka yakni, pelaku belum juga ditangkap,” ucap salah satu pemudah Desa Hualoy, Randi Tubaka kepada Ambon Ekspres via selulernya, kemarin.

Menurutnya, warga Hualoy sudah tak lagi percaya kepada Kapolres SBB, AKBP Agus Setiawan yang lambat menangani persoalan tersebut, dan sangta meresahkan warga setempat.

“Jadi beton ini dibongkar apabila, pelaku pembantaiam itu sudah ditangkap, kalau tidak tetap jalan. Warga sudah kecewa dengan Kapolres SBB. Pa Kapolda pa Pangdam harus turun ke TKP dan bersama-sama dengan masyarakat, untuk melihat persoalan ini. Pelaku harus ditangkap,” ujar dia.

Dalam aksi pengecoran itu, terlihat tripleks berukuran besar dipampang di atas beton dan bertuliskan hadirkan, Gubernur, Kapolda, Pangdam, Bupati dan Dandim Masohi. Sampai saat ini, mereka juga tak hadir. “kalau tuntutan kami belum dipenuhi, jangan salahkan bila persoalan ini akan memanjang. Pelaku harus ditangkap,” tambah salah satu satu pemudah lainnya, yang enggan namanya disebutkan.

kapolres SBB, AKBP Agus Setiawan yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini aparat keamanan di Polres SBB dan Brimob Polda Maluku, dibantu aparat TNI dari Masohi terus melakukan pengamanan di perbatasan Hualoy-Latu.

“Saat ini pengamanan terus ditingkatkan disana. Sementara, pelaku pengroyokan masih kita kejar. Penyelidikan terus berjalan, dan sudah ada beberapa saksi yang diperiksa untuk emmperkuat bukti,” kata dia.

 

Selain itu, tingkat pengamanan di dua desa bertetangga itu terus ditingkatkan. Total 180 personil gabungan dari Polres SBB, Pasukan Brimob dari Piru maupun Masohi juga dikerahkan dan dipimpin Kapolres SBB dan Kepala Biro Ops Polda Maluku. “Juga dibantu pasukan dari TNI. Jadi pengamana masih terus ditingkatkan,” tandas Roem.

Syamsul Lussy tewas, Sabtu (4/5) siang. Dia mengalami luka bacok pada beberapa bagian tubuhnya di perairan perbatasan Desa Latu dan Hualoy. Syamsul Lussy (38) akhirnya dievakuasi ke rumah sakit Piru, SBB setelah berhasil diselamatkan aparat keamanan dari amukan massa. Namun dalam perjalanan, dia meninggal dunia.

Awalnya Syamsul bersama isteri dan anaknya dari Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah menumpangi speedboat hendak menuju Hualoy. Mereka hendak melaksanakan sahur pertama di Bulan suci Ramadhan disana.

Dalam perjalanan sekira pukul 15.10 Wit, mesin speedboat yang ditumpanginya tiba-tiba mengalami mati mesin. Kerusakan terjadi dekat desa Latu. Saat speedboat itu dalam perbaikan, muncul sejumlah orang dari arah Desa Latu.(NEL)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.